Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Yuan Cina Mendapatkan Status Cadangannya (YANG, RODM)

Mata uang Cina, dikenal sebagai Renminbi atau Yuan, yang merupakan anggota terbaru dari keranjang Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mata uang cadangan.

IMF mengumumkan bahwa langkah tersebut akan efektif mulai tanggal 1 Oktober dan merupakan sebuah rekonisi dan penguatan dari “kemajuan reformasi Cina”. Direktur IMF Siddharth Tiwari mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan “adalah sebuah tonggak yang penting dalam integrasi ekonomi Cina dalam system keuangan global,” menambahkan bahwa Cina “memperluas peranannya di perdagangan dunia” membuat  pergerakan yang memungkinkan.

Keputusan IMF membuat sedikit dampak langsung pada saham Cina, meskipun Direxion harian FTSE China Bear 3x ETF (YANG) dan Lattice Developed Mkts (ex-US) Strategi ETF (RODM) dapat melihat peningkatan aktifitas di berita.

Dampak dari langkah IMF terhadap mata uang lainnya masih belum jelas, walaupun ada kemungkinan untuk menggantikan permintaan untuk mata uang lainnya dalam keranjang mata uang cadangan IMF. Yang dikenal sebagai Special Drawing Rights (SDR). Mata uang tersebut termasuk dolar Amerika, Euro, yen Jepang dan pound Inggris.

Dimasukkannya renminbi Cina akan menggantikan berat mata uang lainnya. Dolar Amerika sekarang akan menjadi 41.7% dari keranjang (versus 41.9% sebelumnya) sedangkan euro akan turun dari 37.4% ke 30.9%, yen akan turun dari 9.4% ke 8.3%, dan pound akan turun 11.3% ke 801%.

Bank Rakyat Cina menandakan langkah tersebut sebagai “tonggak” dalam proses keuangan negara dan mengatakan itu adalah “ sebuah penegasan dari keberhasilan perkembangan ekonomi Cina dan hasil reformasi dan pembukaan sector keuangan.”

Bagaimanapun, langkah untuk memasukkan yuan dalam SDR IMF tidak datang tepat pada waktunya dari total stabilitas yuan. Setelah hancurnya pasar saham Cina tahun kemarin, PBOC mendevaluasi yuan terhadap dolar Amerika dan membuat beberapa pemotongan persyaratan cadangan yang didorong untuk meningkatkan ekonomi Cina dan menyediakan likuiditas.

Beberapa analis berpendapat peraturan perbankan Cina telah menciptakan gelembung hutang yang besar di dunia dan akan menghasilan ketidakstabilan ekonomi yang lebih besar di Cina dan secara global. Hal ini masih perlu dilihat bagaiman langkah IMF akan mengimbangi ketidakstabilan tersebut.

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online