Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Tiga Mata Uang yang Untung dari Penurunan Harga Minyak

Pada 23 Juli 2015, minyak mentah (West Texas Intermediate) diperdagangkan di bawah $ 50, penurunan lebih dari 50% dari nilai tinggi multi-tahunan yang hanya di atas $ 105 sampai pada tanggal 20 Juni 2014. Penurunan Minyak mengalami percepatan sejak 28 November, 2014, dan seterusnya, sehari setelah OPEC mengumumkan tidak akan memangkas produksi untuk membendung penurunan harga minyak.

Dalam rangka untuk menentukan mata uang mana yang  mendapat keuntungan dari penurunan harga minyak, kami memeriksa kinerja 31 mata uang global utama dari  tanggal 23 Juli 2015, dengan alasan bahwa kinerja mata uang tersebut harus tampil bagus selama dua periode.

Di bagian atas setiap tabel kinerja, kita kemudian mencari mata uang dari negara-negara yang memenuhi kriteria sebagai berikut: mata uang harus “floating” dan tidak dipatok dengan nilai tukar tetap; (Lihat: Kurs Mata Uang: Floating Rate vs Fixed Rate), negara harus menjadi pengimpor besar minyak mentah; negara juga harus sedang menjalankan defisit transaksi berjalan.

Hal ini mengakibatkan eliminiasi sejumlah mata uang yang kinerjanya relatif baik terhadap dolar AS (USD). Kita mengatakan secara “relatif” baik karena USD  sedang dalam kenaikan total terhadap sebagian besar mata uang selama periode yang disebutkan. Misalnya, euro dan yen telah jatuh 19,2% dan 17,6% masing-masing terhadap USD sejak tanggal 20 Juni 2014.

Mata uang yang tersingkir karena mereka tidak memenuhi kriteria di atas termasuk Cina renminbi dan Hong Kong dolar (karena mereka tidak floating); syikal Israel, won Korea dan dolar Taiwan (Israel, Korea Selatan dan Taiwan semua memiliki surplus transaksi berjalan, dan franc Swiss (Swiss memiliki surplus transaksi berjalan dan mata uang juga menikmati status safe haven.  Peso  Argentina juga dieliminasi.

Mata Uang Yang Diuntungkan
Berdasarkan analisis dasar ini, berikut tiga mata uang yang tampaknya diuntungkan dari harga minyak yang lebih rendah:
1. Rupee India: India adalah salah satu pemenang terbesar dari penurunan harga minyak. Negara ini menempati tempat ketiga sebagai pengimpor terbesar minyak mentah di tahun 2015. Dengan minyak terhitung sekitar sepertiga dari impor India, tagihan yang lebih rendah untuk minyak mentah yang diimpor mengakibatkan arus defisit terendah selama tujuh tahun dari $27.5 miliar di tahun fiskal yang berakhir Maret 2015, dibandingkan dengan rekor defisit $88 miliar pada 2013. Minyak yang lebih murah juga memungkinkan India untuk mengurangi defisit anggaran dengan pemotongan subsidi negara untuk BBM dan pupuk. Akibatnya, rupee India hanya menurun 5,6% terhadap USD sejak Juni 2014, kinerja keempat terbaik dari 31 mata uang, dan turun 2,7% sejak November 2014.

2. Indonesian rupiah: Indonesia, importir minyak yang signifikan, juga mendapatkan manfaat dari harga minyak yang lebih rendah. Impor minyak yang menurun diharapkan menghasilkan defisit transaksi berjalan kurang dari 3% dari PDB, menurut perkiraan Bank Indonesia. Nilai tukar rupiah telah jatuh 10,8% terhadap USD sejak Juni 2014, merupakan mata uang nomor 9 dengan kinerja terbaik dari 31 mata uang global, dengan sebagian besar penurunan yang terjadi sejak November 2014. Meskipun mata uang tidak naik setinggi rupee India, namun hal itu merupakan kinerja yang luar biasa mengingat tingkat inflasi Indonesia yang lebih dari 7%.

3. British pound: Pound jatuh 8,8% terhadap USD sejak Juni 2014, tetapi hampir stabil sejak November 2014, dengan penurunan hanya 0,8%. Kerajaan Inggris adalah importir minyak ke-11 terbesar menurut CIA World Factbook, mengimpor lebih dari 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2013. Inggris diproyeksikan mengalami defisit transaksi berjalan sebesar 4,8% pada tahun 2015.

Kesimpulan
Rupee India jelas merupakan penerima keuntungan terbesar dari penurunan harga minyak, diikuti oleh rupiah Indonesia dan Inggris pound. Stabilitas relatif dari rupee dan rupiah, khususnya, adalah perubahan yang luar biasa dari dua tahun yang lalu, ketika India dan Indonesia dimasukkan oleh Morgan Stanley dalam daftar “Fragile Five” ekonomi dengan defisit yang besar dan inflasi yang tinggi

(zr&tr)

2 Responses to “Tiga Mata Uang yang Untung dari Penurunan Harga Minyak”

  1. shanti says:

    Mau tanya pak untuk gbpusd dalam seminggu masih cenderung naikkah… sampai di kisaran level berapakah pak naiknya?

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online