Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Pertukaran Mata Uang: Kurs Floating Vs. Kurs Tetap

Apakah Anda tahu bahwa pasar valuta asing (juga dikenal sebagai FX atau forex) merupakan pasar terbesar di dunia? Bahkan, lebih dari $3 triliun diperdagangkan di pasar mata uang ini setiap harinya, seperti di tahun 2009. Artikel ini akan membantu Anda untuk memahami kurs dan fluktuasi.

Apakah Kurs Itu?

Kurs adalah tingkat di mana suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lainnya. Dengan kata lain, nilai mata uang negara lain dibandingkan dengan nilai mata uang Anda sendiri. Jika Anda bepergian ke negara lain, Anda perlu “membeli” mata uang lokal. Sama seperti harga aset, kurs adalah harga di mana Anda dapat membeli mata uang itu. Jika Anda bepergian ke Mesir, misalnya, dan kurs dolar AS adalah 1:5.5 pound Mesir, ini berarti bahwa untuk setiap dolar AS, Anda dapat membeli lima setengah pound Mesir. Secara teoritis, aset identik harus menjual dengan harga yang sama di berbagai negara, karena kurs harus mempertahankan nilai yang melekat pada satu mata uang terhadap mata uang lainnya.

Kurs Tetap

Ada dua cara untuk menentukan harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Kurs tetap adalah nilai yang pemerintah (bank sentral) tetapkan dan pelihara sebagai kurs resmi. Harga yang ditetapkan akan ditentukan terhadap mata uang utama dunia (biasanya dolar AS, tetapi juga mata uang utama lainnya seperti euro, yen atau mata uang lainnya). Untuk menjaga kurs lokal, bank sentral membeli dan menjual mata uang sendiri di pasar valuta asing dengan imbalan mata uang yang ditetapkan.

Jika, misalnya, ditentukan bahwa nilai satu unit mata uang lokal sama dengan $3, bank sentral harus memastikan bahwa bank sentral dapat memasok pasar dengan uang tersebut. Dalam rangka mempertahankan nilai, bank sentral harus menjaga tingkat cadangan devisa tetap tinggi. Ini adalah jumlah cadangan mata uang asing yang dipegang oleh bank sentral yang dapat digunakan untuk melepaskan (atau menyerap) dana ekstra ke dalam (atau keluar dari) pasar. Hal ini menjamin pasokan uang yang tepat, sesuai fluktuasi di pasar (inflasi / deflasi) dan akhirnya, kurs. Bank sentral juga dapat menyesuaikan kurs resmi bila diperlukan.

Kurs Floating

Berbeda dengan kurs tetap, kurs floating ditentukan oleh pasar swasta melalui penawaran dan permintaan. Kurs floating ini sering disebut “self-correcting,” seperti halnya perbedaan dalam pasokan dan permintaan secara otomatis akan diperbaiki di pasar. Misalnya: jika permintaan untuk mata uang rendah, nilainya akan berkurang, sehingga membuat barang impor lebih mahal dan permintaan merangsang barang lokal dan jasa. Hal ini akan menghasilkan lebih banyak pekerjaan, menyebabkan auto-koreksi di pasar. Kurs floating terus berubah.

Pada kenyataannya, mata uang tidak sepenuhnya tetap atau floating. Jika tetap, tekanan pasar juga dapat mempengaruhi perubahan kurs. Kadang-kadang, ketika mata uang lokal mencerminkan nilai sebenarnya terhadap mata uangnya yang tetap, “pasar gelap” (yang lebih mencerminkan pasokan dan permintaan yang sebenarnya) bisa terbentuk. Bank sentral kemudian dipaksa untuk merevaluasi atau mendevaluasi kurs resmi sehingga angka ini sejalan dengan yang tidak resmi, sehingga menghentikan aktivitas pasar gelap.

Jika floating, bank sentral juga mungkin ikut campur ketika diperlukan untuk memastikan stabilitas dan untuk menghindari inflasi. Namun, bank sentral dari keadaan floating jarang mengganggu.

Dunia Setelah Penetapan

Antara 1870 dan 1914, ada pertukaran kurs global tetap. Mata uang terkait dengan emas, yang berarti bahwa nilai mata uang lokal itu tetap pada nilai tukar yang ditetapkan untuk emas dalam satuan ons. Dikenal sebagai standar emas. Hal ini memungkinkan mobilitas modal tak terbatas serta stabilitas global dalam mata uang dan perdagangan. Namun, dengan dimulainya Perang Dunia I, standar emas ditinggalkan.

Pada akhir Perang Dunia II, konferensi di Bretton Woods, upaya untuk menghasilkan stabilitas ekonomi global dan meningkatkan perdagangan global, menetapkan aturan dasar dan peraturan yang mengatur pertukaran internasional. Dengan demikian, sistem moneter internasional, yang diwujudkan dalam International Monetary Fund (IMF), didirikan untuk mempromosikan perdagangan luar negeri dan untuk menjaga stabilitas moneter negara dan ekonomi global.

Disepakati bahwa mata uang akan diperbaiki lagi, atau ditetapkan, tapi kali ini untuk dolar AS, yang ditetapkan terhadap emas di $35 per ons. Berarti bahwa nilai suatu mata uang secara langsung terkait dengan nilai dolar AS. Jadi, jika Anda akan membeli yen Jepang, nilai yen akan dinyatakan dalam dolar AS, yang nilainya akan ditentukan dalam nilai emas. Jika suatu negara harus menyesuaikan nilai mata uangnya, negara tersebut bisa mendekati IMF untuk menyesuaikan ketetapan nilai mata uangnya. Penetapan itu dipertahankan sampai 1971, ketika dolar AS tidak bisa lagi menampung nilai dari harga emas yang dipatok sebesar $35 per ons.

Sejak saat itu, pemerintah mengadopsi sistem floating, dan semua upaya untuk kembali ke penetapan global ditinggalkan pada tahun 1985. Sejak itu, tidak ada negara besar yang kembali ke penetapan global tersebut dan penggunaan emas sebagai ketetapan telah sepenuhnya ditinggalkan.

Kenapa Penetapan?

Alasan untuk menetapkan mata uang terkait dengan stabilitas. Terutama di negara-negara berkembang saat ini, suatu negara dapat memutuskan untuk menetapkan mata uangnya untuk menciptakan kestabilan investasi asing. Dengan penetapan, investor bisa mengetahui nilai investasinya dan mereka tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harian. Mata uang yang ditetapkan juga dapat membantu menurunkan tingkat inflasi dan menghasilkan permintaan, yang berdampak menambah keyakinan stabilitas mata uang.

Pada jaman penetapan sering terjadi krisis keuangan yang parah, karena penetapan sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Hal ini terlihat pada krisis keuangan di Meksiko (1995), Asia (1997) dan Rusia (1997): upaya untuk mempertahankan nilai tinggi mata uang lokal pada penetapan mengakibatkan mata uang akhirnya menjadi overvalued. Ini berarti bahwa pemerintah tidak bisa lagi memenuhi tuntutan untuk mengkonversi mata uang lokal ke mata uang asing pada tingkat yang ditetapkan. Dengan adanya spekulasi dan kepanikan, investor bergegas untuk mendapatkan uang mereka dan mengubahnya ke dalam mata uang asing sebelum mata uang lokal itu devalued terhadap penetapan tersebut; pasokan devisa akhirnya habis. Dalam kasus di Meksiko, pemerintah dipaksa untuk mendevaluasi peso sebesar 30%. Di Thailand, pemerintah akhirnya harus membiarkan mata uang mereka floating, dan pada akhir 1997, bhat Thailand kehilangan 50% nilainya karena permintaan pasar dan pasokan menyesuaikan nilai mata uang lokal.

Negara-negara dengan penetapan sering dikaitkan dengan memiliki pasar modal yang tidak canggih dan lembaga pengaturan yang lemah. Penetapan tersebut dilakukan untuk membantu menciptakan stabilitas di lingkungan seperti itu. Dibutuhkan sistem yang lebih kuat serta pasar yang matang untuk mempertahankan floating. Ketika suatu negara dipaksa untuk mendevaluasi mata uangnya, diperlukan juga untuk melanjutkan dengan beberapa bentuk reformasi ekonomi, seperti menerapkan transparansi yang lebih besar, dalam upaya memperkuat lembaga keuangan.

Beberapa pemerintahan lebih memilih “floating,” atau penetapan “crawling”, dimana pemerintah mengkaji kembali nilai penetapan secara berkala dan kemudian menyesuaikan tingkat penetapan. Biasanya, hal ini menyebabkan devaluasi, tetapi dikontrol untuk menghindari kepanikan pasar. Metode ini sering digunakan dalam transisi dari penetapan ke floating, dan memungkinkan pemerintah “save face” (“menyelamatkan diri”) dengan tidak dipaksa untuk mendevaluasi dalam krisis yang tak terkendali.

Kesimpulan

Meskipun penetapan telah menciptakan perdagangan global dan stabilitas moneter, namun digunakan hanya pada saat semua negara ekonomi utama adalah bagian dari penetapan tersebut. Sementara rezim floating tidak tanpa kekurangan, telah terbukti menjadi sarana yang lebih efisien untuk menentukan nilai jangka panjang mata uang dan menciptakan keseimbangan di pasar internasional.

2 Responses to “Pertukaran Mata Uang: Kurs Floating Vs. Kurs Tetap”

  1. Nerra says:

    Cara menentukan kok bisa $1 = Rp 14.000 itu gimana?

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online