Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Pengertian Price Rate of Change ROC

Price rate of change atau yang biasa disebut ROC adalah sebuat indicator teknikal momentum yang berfungsi untuk mengukur presentase perubahan harga antara periode harga saat ini dan masa lalu.

ROC dapat dihitung dengan cara:

ROC = (harga penutupan trading terakhir – harga penutupan trading sebelumnya) / periode penutupan harga sebelumnya x 100

ROC digolongkan sebagai indikator momentum karena dapat mengukur kekuatan momentum suatu harga melalui laju perubahan. Sebagai contoh, jika harga saham yang ditutup pada trading hari ini adalah $ 10, dan trading yang ditutup pada 5 hari sebelumnya di harga $ 7, maka ROC dalam kurun waktu berjarak  sekitar 43, cara menghitungnya adalah (10 – 07/07) x 100 = 42,85.

Seperti kebanyakan indicator momentum lainnya, ROC bisa dilihat pada grafik yang berada di jendela terpisah di bawah grafik harga. ROC disusun berlawanan dari garis nol yang membedakan nilai-nilai positif dan negatif. Untuk para trader, nilai-nilai positif mengindikasikan momentum atau tekanan pembelian sedang berada di atas, sedangkan nilai negative yang berada di bawah nol menunjukkan momentum atau tekanan penjualan sedang berada dibawah. Peningkatan nilai di kedua arah, positif atau negatif, mengindikasikan meningkatnya momentum, dan penurunan nilai mengindikasikan memudarnya momentum.

Para trader dan analis pasar menggunakan ROC dengan cara yang berbeda. Selain digunakan sebagai tren umum atau tren kekuatan indikator, ROC juga biasa digunakan sebagai indikator penyimpangan yang memberikan sinyal untuk kemungkinan perubahan tren yang akan datang. Penyimpangan tersebut terjadi ketika harga saham atau harga aset lainnya bergerak dalam satu arah sementara ROC bergerak kedalam arah yang berlawanan. Sebagai contoh, jika harga saham meningkat selama periode waktu dimana nilai-nilai ROC sedang berada di bawah garis nol dan pindah ke nilai-nilai negative yang semakin besar, maka ROC mengindikasikan adanya penyimpangan harga yang menurun, yang mana memberikan sinyal perubahan tren ke sisi negatifnya .

ROC juga kadang-kadang dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi pembelian atau penjualan yang berlebihan untuk keamanan. Nilai-nilai positif yang lebih besar dari 30 umumnya ditafsirkan sebagai kondisi yang menunjukkan pembelian yang berlebihan, sedangkan nilai negatif lebih rendah dari negatif 30 mengindikasikan kondisi penjualan yang berlebihan.

Salah satu masalah yang potensial dari penggunaan indikator ROC adalah perhitungan tersebut memberikan bobot yang sama dengan harga terbaru dan harga dari periode sebelumnya, walaupun fakta dari sebagian besar analis teknis lebih mempertimbangkan harga terbaru lebih penting untuk menentukan kemungkinan pergerakan harga di masa mendatang.

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online