Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Dasar-dasar Leverage dalam Forex

Leverage dalam trading diartikan sebagai  kemampuan untuk meningkatkan ukuran atau volume trading anda dengan meminjam dana dari broker. Ketika melakukan trading dengan menggunakan leverage, bisa digambarkan seperti anda meminjam uang dari broker Anda, sementara dana di rekening Anda bertindak sebagai jaminannya. Agunan ini biasanya disebut sebagai margin.

Leverage yang disediakan berdasarkan pada persyaratan margin broker. Persyaratan Margin biasanya berupa persentase, sedangkan leverage dinyatakan sebagai rasio. Sebagai contoh, broker memerlukan tingkat marjin minimal 2%. Ini berarti bahwa trader harus memiliki minimal 2% dari total nilai trading yang ia lakukan sebelum membuka posisi. Margin 2% setara dengan rasio leverage 50:1. Dalam prakteknya, dengan menggunakan leverage 50:1, memiliki dana sebesar $ 1.000 dalam account Anda akan memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan sampai senilai $ 50.000

Leverage Tergantung  Pasar dan Instrumen Trading

Leverage yang tersedia berbeda-beda secara substansial tergantung dari instrumen trading dan dari negara mana Anda berada. Sebagai contoh, tingkat leverage yang tersedia untuk perdagangan saham relatif rendah. Di Amerika Serikat, trader biasanya dapat menggunakan leverage 2:1 untuk trading ekuitas, tingkat margin 50%.

Pasar berjangka menawarkan leverage yang jauh lebih tinggi, seperti 25:1 atau 30:1, tergantung pada kontrak perdagangan.

Leverage yang tersedia di pasar forex lebih tinggi mulai dari  50:1 di AS dan bisa mencapai 400:1 yang biasanya ditawarkan oleh broker internasional.

Leverage dalam Forex Trading

Ketersediaan leverage yang tinggi, ditambah dengan saldo minimum yang relatif rendah untuk membuka account trading, telah menambah daya tarik pasar forex untuk trader kecil. Namun, penggunaan leverage yang berlebihan sering dan justru menjadi alasan utama trader bangkrut.

Bahaya pemanfaatan leverage yang ekstrim bagi investor telah diakui dan ditindak lanjuti oleh badan regulasi di Amerika Serikat, yang mana telah menciptakan pembatasan jumlah leverage yang tersedia di forex trading. Pada bulan Agustus 2010, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) merilis aturan akhir untuk transaksi valuta asing ritel, membatasi leverage yang tersedia untuk trader forex ritel hanya sebesar 50:1 untuk pasangan mata uang utama dan 20:1 untuk pasangan lain.

Kemudian pada tahun 2013, broker luar AS terus menawarkan leverage 400:1 dan lebih tinggi.

Contoh Trading dengan menggunakan Leverage di Pasar Forex

Dalam contoh pertama , kita akan menggunakan leverage 100:1.

Dalam hal ini, untuk trading dengan standar lot sebanyak $ 100K Anda akan perlu memiliki margin sebesar $ 1K dalam account Anda. Jika, misalnya, Anda membuat trading dengan volume 1 lot standar di  USD / CAD dengan harga 1,0310 dan harga bergerak naik 1% (103 pips) ke 1,0413, Anda akan melihat peningkatan 100% dalam account Anda. Sebaliknya, penurunan 1% dengan banyak 100K akan menyebabkan kerugian sebesar 100% dalam account Anda.

Selanjutnya, mari kita asumsikan Anda trading dengan leverage 50:1 dan dengan volme 1 standar lot $ 100K. Hal ini akan mengharuskan Anda untuk memiliki margin $ 2K (2% dari 100K).

Dalam hal ini, jika Anda membeli 1 lot standar USD / CAD di 1,0310 dan harga bergerak naik 1% menjadi 1,0413, Anda akan melihat peningkatan 50% dalam account Anda, sementara penurunan 1%  juga akan menyebabkan kerugian yang sama sebesar 50% dalam account Anda.

Dipertimbangkan disini bahwa pergerakan sebesar 1% yang tidak biasa dan bahkan bisa terjadi dalam hitungan menit, terutama setelah perilisan berita ekonomi yang penting. Hal ini bisa saja terjadi dalam satu atau dua trading yang gagal dengan menggunakan leverage seperti yang digambarkan dalam contoh di atas sehingga account anda terancam tutup. Sementara itu, kemungkinan untuk kenaikan sebesar 50% atau 100% dalam account Anda dalam satu kali trading adalah hal yang sangat menarik, namun peluang sukses dari waktu ke waktu menggunakan tingkat leverage ini sangat tipis. Trader profesional yang sukses seringkali mengalami beberapa serangkaian kekalahan trading tetapi masih mampu melanjutkan trading karena mereka memiliki modal yang cukup banyak dan tidak overleveraged.

Mari kita sekarang mengasumsikan leverage yang lebih rendah dari 1:5. Untuk trading dengan standar $ 100K lot di leverage ini akan membutuhkan margin sebesar $ 20K. Pergerakan 1% yang merugikan di pasar di dalam hal ini akan menyebabkan kerugian 5% yang jauh lebih mudah untuk dikelola.

Untungnya, mikro lot memungkinkan para trader untuk menggunakan tingkat leverage yang lebih rendah seperti 1:5 dengan account yang lebih kecil. Mikro lot setara dengan kontrak untuk 1.000 unit mata uang dasar. Micro lot meningkatkan fleksibilitas dan menciptakan kesempatan yang baik bagi para trader pemula, atau trader  dengan saldo rekening kecil, untuk trading dengan leverage yang lebih rendah.

Margin Calls
Ketika anda memulai trading, broker Anda akan melacak Nilai Aktiva Bersih account Anda (NAV). Jika pasar bergerak melawan Anda dan nilai account Anda jatuh di bawah margin minimum, Anda mungkin akan mengalami margin call. Jika terjadi seperti itu, Anda bisa  menambahkan dana ke akun Anda, atau posisi Anda mungkin akan ditutup secara otomatis oleh broker untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Penggunaan Leverage dan Pengelolaan Uang
Penggunaan leverage yang ekstrim pada dasarnya bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional pada pengelolaan uang dalam trading.

Di antara prinsip-prinsip yang diterima secara luas pada pengelolaan uang adalah untuk menjaga tingkat leverage tetap rendah, menggunakan stop loss dan tidak pernah mengambil resiko lebih dari 1-2% dari account Anda pada salah satu trading. (tr.dn)

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online