Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Cara Mengatasi Kegagapan Ketika Trading

Kebanyakan trader pemula biasanya akan merasa gagap ketika baru memulai trading. Meskipun sebelumnya pernah melakukan simulasi melalui demo account yang disediakan oleh broker forex yang telah dipilih, tetap saja “sensasi” yang akan dirasakan di real account berbeda. Jelas, karena kali ini uang sungguhan yang dilibatkan. Kalau merugi, kerugian yang diderita tidak hanya sekedar angka minus di laporan transaksi. Yang akan “terluka” bukan hanya “harga diri”, melainkan juga pundi-pundi uang.

Sebenarnya, bukan hanya pemula yang sering merasa gagap ketika akan melakukan transaksi. Banyak juga “trader lama” yang mendapatkan hal yang sama, yaitu ketika mereka akan kembali memulai trading setelah sempat vakum karena hal tertentu; biasanya karena habis loss.

Tahukah Kamu bahwa semua trader pernah mendapatkan hal seperti itu?
Kegagapan menjelang transaksi perdana adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Kebanyakan penyebabnya – selain bidang yang disebutkan di paragraf pertama – adalah minimnya pengalaman. Namun sebenarnya bukan hanya itu penyebabnya. Ada setidaknya beberapa hal yang mengakibatkan seorang trader pemula merasa gagap ketika akan memulai trading.

Kali ini, saya akan membahas beberapa hal yang bisa mengakibatkan kegagapan ketika Kamu baru akan memulai trading forex. Harapannya, jika Kamu sudah mengetahui penyebabnya maka Kamu akan bisa menghindarinya.

Tidak punya skill trading
Tentu saja. Jangankan trading forex, disuruh nyebur ke kolam renang pun orang akan gagap jika ia tak bisa berenang.

Tidak punya sistem trading
Kebanyakan pemula hanya mencoba-coba saja. Sangat jarang pemula yang memiliki sistem trading yang baik. Kalaupun ada, mereka berminat hanya “mengekor” apa yang dilakukan oleh trader lama.

Yang dimaksud dengan sistem trading di sini adalah metode analisa/metode trading yang sesuai dengan peran Kamu sebagai trader. Tentu saja, selain cocok dengan peran, sistem trading tersebut juga harus sudah “lolos uji”.

Kamu mutlak harus menguji coba sistem trading yang akan Kamu pergunakan melalui simulasi di demo account. Jika hasilnya baik (profit konsisten), maka tidak ada alasan untuk ragu akan keasahihan sistem trading tersebut. Tetapi ingat bahwa dalam menguji sistem trading tersebut Kamu juga harus bersikap obyektif. Pastikan Kamu mengikuti rule yang diterapkan oleh sistem tersebut. Jangan dilanggar, karena itu akan mencerminkan apa yang akan Kamu lakukan dan dapatkan dalam real trading.

Tidak punya trading plan
Ini juga salah satu penyebab kegagapan. Begini, ibarat Kamu akan berkelana hutan, tentu Kamu akan merasa lebih tenang jika telah mempersiapkan perbekalan yang diperlukan. Kamu tidak akan terlalu khawatir jika sudah mempersiapkan peta (atau lebih canggih lagi: GPS), bahan makanan, peralatan P3K, alat komunikasi dan mungkin senjata untuk berjaga-jaga.

Dalam trading pun demikian. “Peralatan” yang diperlukan dimasukkan ke dalam “backpack” yang bernama trading plan.

Masukkanlah dalam trading plan tersebut sistem trading dan komponen pembatasan resiko (risk management). Kamu juga harus memasukkan komponen pengelolaan modal (money management) yang erat kaitannya dengan risk management.

Keinginan menjadi sempurna
Sifat perfeksionis – menurut pakar psikologi – justru adalah penyebab kegelisahan atau kegagapan. Trader yang perfeksionis berminat selalu ingin benar di setiap keputusan yang ia ambil. Ia selalu ingin bisa memprediksi dengan tepat kapan harga naik atau turun. Yang ia inginkan adalah harga akan senantiasa naik segera setelah ia membuka posisi buy dan segera turun ketika ia membuka posisi sell. Intinya, ia ingin setiap transaksi yang dilakukan harus berbuah keuntungan. Ia takut rugi.

Jangan berharap menjadi sempurna. nyatanya, tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk trader. Yang perlu Kamu lakukan adalah tetap fokus dan menjalankan trading plan dengan disiplin. Bukankah dalam trading plan itu ada pembatasan resiko yang bisa Kamu tolerir?

Untung-rugi adalah hal yang biasa dalam trading. Yang penting akumulasi keseluruhan transaksi Kamu berujung positif. tidak peduli besar atau kecil.

Tegang, tidak santai
Di poin nomor 4 sudah dijelaskan, bahwa untung-rugi adalah hal yang biasa. Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan? Bukankah Kamu sejak awal sudah membatasi resiko dalam penyusunan trading plan?

Salah satu hal yang perlu Kamu sadari adalah bahwa resiko merupakan bagian dari bisnis, termasuk trading. Jadi, kembali saja ke trading plan. Jalani dengan santai. Percayalah bahwa jika proses yang Kamu jalankan sudah benar, atas izin Tuhan maka hasil yang akan Kamu peroleh juga akan baik.

 

(Yn)

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online