Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Apa Yang Dibutuhkan Untuk Menjatuhkan Dollar AS

Sejak adanya peluncuran pelonggaran kuantitatif (QE), para investor yang merasa khawatirmempertanyakan “apakah dollar AS akan jatuh?” Ini merupakan sebuah pertanyaan yang menarik yang mungkin terlihat dangkal namun kelihatan masuk akal, tetapi tidak mungkin terjadi krisis mata uang di Amerika Serikat. Untuk mengetahui mengapa, mari kita cek kekuatan dan kelemahan dari  dollar.

Mengapa Mata Uang Jatuh

Sejarah penuh dengan berita jatuhnya mata uang secara mendadak. Argentina, Hungaria, Islandia, Venezuela, Zimbabwe dan Jerman masing-masing mempunyai pengalaman krisis mata uang yang mengerikan sejak tahun 1900. Berdasarkan dari pengertian jatuh, bencana mata uang Rusia selama 2016 bisa dianggap sebagai contoh lain. Akar dari jatuhnya mata uang apapun adalah kurangnya keyakinan dalam stabilitas atau kegunaan dari uang tersebut untuk melayani sebagai nilai jual yang efektif atau media pertukaran. Segera setelah pengguna berhenti mempercayai bahwa mata uang tersebut berguna, maka mata uang tersebut berada dalam kesulitan. Hal ini dapat menyebabkan valuasi yang  tidak benar atau pengelompokkan, pertumbuhan rendah kronis atau inflasi.

Kekuatan Dari Dollar AS

Sejak perjanjian Bretton Woods di tahun 1944, pemerintahan utama lainnya dan bank sentral telah mengandalkan dollar AS untuk mendukung nilai mata uang negara mereka sendiri. Melalui status cadangan mata uang, dollar menerima legitimasi tambahan di mata pengguna domestik, pedagang mata uang dan partisipan dalam transaksi internasional.

Dollar AS bukan merupakan satu-satunya mata uang cadangan di dunia, walaupun ini adalah yang paling lazim. Hingga September tahun 2016, Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui empat mata uang cadangan lainnya yaitu Euro, British Pounsdsterling, Yen Jepang dan Yuan Cina. Ini merupakan hal yang penting bahwa dollar mempunyai saingan sebagai mata uang cadangan internasional karena menciptakan sebuah alternative teoritis untuk seluruh dunia dalam hal kebijakan Amerika dalam memimpin dollar menuruni jalan yang rusak.

Pada akhirnya, perekonomian Amerika masih merupakan yang terbesar dan yang paling penting di dunia. Walaupun pertumbuhan telah melambat secara signifikan sejak tahun 2001, perekonomian Amerika masih teratur melebihi rekan-rekan di Eropa dan Jepang. Dollar didukung oleh produktifitas dari para pekerja Amerika, atau setidaknya selama para pekerja Amerika masih menggunakan dollar hampir secara eksklusif.

Kelemahan Dari Dollar AS

Kelemahan mendasar dari dollar AS adalah bahwa hal itu hanya berharga melalui perintah pemerintah. Kelemahan ini dibagi oleh setiap mata uang nasional lainnya di dunia, dan dirasakan seperti hal yang biasa di era modern. Namun, baru-baru ini sekitar tahun 1970-an, itu dianggap sebagai proposi radikal. Tanpa disiplin yang dikenakan oleh mata uang berbasis komoditas (seperti emas), kekhawatiran pemerintah mungkin mencetak terlalu banyak uang untuk tujuan politik atau melakukan perang.

Faktanya, salah satu alasan IMF dibentuk adalah untuk mengawasi Federal Reserve dan komitmennya untuk Bretton Woods. Hari ini, IMF menggunakan cadangan lainnya sebagai sebuah kedisiplinan untuk aktifitas Fed. Jika pemerintahan asing atau para investor memutuskan untuk beralih dari dollar AS secara missal, banjirnya posisi pendek secara signifikan dapat menyakiti siapapun dengan aset dalam mata uang dollar.

Jika Federal Reserve menciptakan uang dan pemerintah AS menganggap dan memonetisasi utang lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi AS, nilai masa depan dari mata uang harus jatuh secara  absolute. Untungnya bagi Amerika Serikat, hampir setiap mata uang alternative didukung oleh kebijakan ekonomi yang sama. Bahkan jika dollar tersendat secara absolute, masih bisa lebih kuat secara global, karena kekuatannya relative terhadap alternatif.

Akankah Dollar AS Jatuh?

Ada beberapa scenario yang mungkin menyebabkan krisis secara tiba-tiba untuk dollar. Hal yang paling realistis adalah ancaman ganda dari tingginya inflasi dan utang yang tinggi, sebuah skenario yang mana meningkatkan harga konsumen yang memaksa Fed untuk menaikkan suku bunga secara tajam. Kebanyakan utang nasional dibuat dari instrument relatif jangka pendek, sehingga lonjakan harga akan bertibdak seperti hipotek bunga yang bisa disesuaikan setelah periode teaser berakhir. Jika pemerintah AS berjuang untuk membayar suku bunga, kreditor asing dapat membuang dollar dan memicu jatuhnya dollar.

Jika AS memasuki resesi yang curam atau depresi tanpa menyeret seluruh dunia dengan itu, pengguna mungkin akan meninggalkan dollar. Pilihan lainnya akan melibatkan beberapa kekuatan utama, seperti Cina atau pasca Uni Eropa Jerman, mengembalikan standar berbasis komoditas dan memonopoli ruang mata uang cadangan. Bagaimanapun, bahkan dalam skenario ini, ini merupakan hal yang tidak jelas bahwa dollar tentu akan jatuh.

Jatuhnya dollar tetap merupakan hal yang tidak memungkinkan. Dari prasyarat yang diperlukan untuk memaksa jatuh, hanya prospek inflasi yang lebih tinggi yang muncul wajar. Eksporter asing seperti Cina dan Jepang tidak menginginkan dollar jatuh karena Amerika Serikan merupakan pelanggan yang terlalu penting. Dan bahkan jika Amerika Serikan harus bernegosiasi atau gagal membayar pada beberapa kewajiban utang, ada sedikit bukti bahwa dunia akan membiarkan dollar jatuh dan memungkinkan resiko penularan.

Leave a Reply

Referensi oleh Valas Online