Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Penjelasan Tentang Binary Options

Istilah Binary Options (BO) ialah jenis rancangan trading dari Amerika Serikat. Saat ini trading dengan rancangan BO telah lumayan populer di Eropa dan hampir di seluruh dunia, tetapi sejak tahun 2008 badan regulator The Securities and Exchange Commission (SEC) cuma memberikan ijin pada sejumlah broker BO di Amerika Serikat saja. tetapi, apa itu binary options?

Istilah Binary Options semestinya tidak menjadi khawatir para investor sebab jenis investasi ini sebetulnya lumayan simpel. Sebelum Kamu masuk dan melakukan spekulasi dengan BO, Kamu harus tahu bahwa cuma ada 2 kemungkinan setiap kali Kamu melakukan trade, seperti nama jenis trading ini yaitu binary atau 2 keadaan. Kamu memiliki kesempatan untuk meraup profit sebesar yang telah Kamu tetapkan sebelumnya, atau Kamu tidak akan mendapat apa-apa.

Berinvestasi pada sejumlah dana yang telah Kamu tetapkan sebelumnya tidak berarti Kamu membeli asset-asset tersebut, baik saham, komoditas, forex atau indeks harga saham. Saat menentukan sejumlah dana yang akan Kamu pertaruhkan, Kamu mesti juga menentukan apakah ingin masuk di option “Call” atau option “Put”. Apabila harga dari aset telah ada diatas harga target, maka option call akan habis watunya, atau dengan kata lain telah expired “in the money”. Hal ini berarti harga aset tadi akan meningkat disela waktu saat Kamu invest dan waktu expired-nya. Rentangan waktu bisa satu jam, satu hari atau satu minggu kedepan sejak Kamu invest.

Kebalikan dari option call, sebuah option Put akan habis waktunya (expired) “in the money” apabila harga aset telah berada dibawah harga target. Ini artinya harga asset tersebut turun diantara waktu ketika Kamu invest dan waktu expired-nya. Istilah habis waktu (expired) “in the money” berarti Kamu akan dibayar, atau Kamu mendapat profit. Return yang akan Kamu peroleh biasanya berkisar antara 65% hingga 81%, dan hal ini mesti Kamu ketahui sebelum Kamu invest. Dalam kasus sebaliknya, investor tidak akan mendapat apa-apa jika harga asset tersebut ternyata habis waktu (expired) “out of the money”.

Memilih batas habis waktu (expiration time)
Investor BO dapat memutuskan batas waktu expired mulai dari satu jam, satu hari, seminggu dan bahkan sebulan, sesuai dengan keinginannya. Cara pendekatan dan analisa Kamu terhadap pasar dan strategi trading yang Kamu gunakan sangat menentukan pemilihan waktu expired tersebut. Apabila Kamu seorang trader yang tradingnya menggunakan strategi jangka pendek yang normalnya memakai TF (time frame) 5 menit atau 15 menit maka Kamu akan condong memilih batas waktu expired yang 1 jam.

Tetapi jika Kamu seorang trader jangka menengah atau jangka panjang maka Kamu akan condong memilih batas waktu expired 1 hari (daily). Dengan kombinasi analisa trading, Kamu bisa membuka posisi Call jika Kamu memperkirakan harga akan naik, atau posisi Put jika perkiraan Kamu harga akan turun.

Memilih broker yang menyediakan sarana Binary Options
Tidak semua broker menyediakan sarana trading dengan cara BO. Beberapa broker dengan sarana ini juga memiliki aturan main yang berbeda-beda. Trading dengan rancangan BO ini dapat digunakan pada market saham yang disebut dengan stock binary options, atau pasar forex (forex binary options) dan jenis pasar lainnya. Masa depan trading cara BO ini memang belum pasti. Jika trend jumlah peminatnya terus naik maka tetap akan semakin banyak broker yang menyediakan sarana trading BO.

 

(yn)

Perbedaan Trading Dana Besar dan Dana Terbatas

Kami yakin Kamu sependapat bahwa dana merupakan salah satu faktor penting dalam trading. Bahkan dalam trading dikenal 3M: Mind, Method, Money, sebagai “tiga pilar penting” dalam trading, termasuk forex trading.

Kali ini secara eksplisit kita akan membandingkan dana “mepet” alias terbatas dengan dana besar. Perlu ditegaskan di sini bahwa ketika kita berbicara dana maka kita tidak akan terus-menerus berbicara tentang nominal angka uang yang kita miliki, meskipun nantinya akan berkaitan . Kita tidak akan berbicara tentang “kekuatan dana” di sini, karena percayalah kami juga mengerti bahwa kecil belum tentu lemah, besar belum tentu kuat. Semua tergantung pada manajemen dana. Bahwa belum tentu dana kecil akan gagal dan dana besar akan sukses, itu kami pun 110% paham.

Yang akan kita bahas kali ini lebih kepada “keleluasaan” menjalankan strategi. Diakui atau tidak, besaran dana akan turut menentukan strategi yang bisa diaplikasikan dalam kegiatan trading kita.

Ibarat Amunisi
kami selalu suka menggunakan analogi “militer”. Bayangkan Kamu adalah seorang prajurit yang dikirim ke garis depan, tetapi Kamu hanya dibekali dengan sepucuk senapan M1 Garand dan delapan butir peluru. Tentu Kamu harus menghemat peluru Kamu dan benar-benar memilih sasaran yang berharga. Kamu tak bisa leluasa memilih sasaran, karena tiap butir peluru sangat berharga.
Real Deal
Untuk mengetesnya kita bisa melakukan uji coba suatu sistem trading dengan uang sungguhan, yang memang sengaja dibuat terbatas. Kesengajaan menggunakan real account karena disukai atau tidak, “sensasi” di real account berbeda dengan demo account. Dengan menggunakan real account, uang kita “dipertaruhkan” sehingga pengambilan keputusan pun semestinya akan melalui proses yang benar.

Akhirnya, meskipun berhasil mendapat profit, tetapi kita akan merasakan benar ketidakleluasaan menerapkan strategi trading dibandingkan dengan akun yang memiliki dana yang lebih longgar. profit yang diperoleh pun tidak maksimal karena tidak setiap peluang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bahkan pernah tidak melakukan transaksi hingga berhari-hari. Bukan karena tidak ada peluang, tetapi karena resiko (stop loss) secara teknikal tidak mampu diantisipasi dengan manajemen dana yang telah diatur dalam trading plan.

Untuk mudahnya: akun tersebut mengalami kurang dana sehingga berdasarkan aturan position sizing maka kita tidak diperkenankan membuka posisi untuk mengambil peluang tersebut, karena resikonya melampaui toleransi resiko.

Contoh kasus lain yang belum lama terjadi adalah, ketika ada peluang yang sama-sama bagus di beberapa currency pair sekaligus, pada saat yang sama padahal dana yang dimiliki sangat kecil. Tidak cukup untuk membuka posisi di semua pair tersebut sekaligus jika merujuk pada trading plan. dananya “mepet”. Akhirnya kami “terpaksa” memilih salah satu pair yang kami anggap memiliki potensi paling besar untuk menghasilkan profit.

tetapi apa yang terjadi? Pilihan kami ternyata “salah” (dalam tanda kutip, karena proses yang dilalui sebenarnya sudah benar, sehingga jika loss pun tidak terlalu menjadi masalah), karena justru kami mengalami loss. Sementara jika kami membuka posisi pada currency pair yang lain, harusnya mendapatkan profit.

Waktu itulah kembali disadari bahwa seandainya dana yang dimiliki setidaknya dua kali lipatnya saja, maka setidaknya kami sudah bisa membuka dua posisi di dua pair yang berbeda tanpa perlu khawatir overtrade karena semua sudah diperhitungkan di trading plan.

Ini Tentang Keleluasaan Berstrategi
Jangan salah mengerti. Baiklah kami ulangi pernyataan kami bahwa kali ini kita tidak sedang membicarakan “kekuatan dana”. Sekali lagi, ini tentang “keleluasaan berstrategi”.

kami sepakat bahwa besarnya dana yang dimiliki bukanlah faktor penentu kesuksesan seseorang dalam forex trading. Yang menjadi penentu adalah kemampuannya mengimplementasikan 3M yang kita singgung di awal tulisan ini. Tidak ada sangkalan untuk itu.

tetapi berdasarkan pengalaman, terkait strategi, seandainya kami memiliki kapital yang lebih besar, minimal dua kali lipatnya, kami akan bisa membuka posisi di currency pair lain yang juga memunculkan peluang.

kami juga akan bisa mengambil lebih banyak peluang tanpa terbentur position sizing yang super hemat.

kami tidak akan khawatir mengalami kerugian terlalu besar, karena jumlah lot yang akan kami ambil tentu juga akan disesuaikan dengan toleransi resiko sesuai trading plan kami. Dengan demikian, potensi untuk memperbesar profit akan semakin terbuka.

(yn)

Profit Besar dengan Resiko Kecil

Dalam trading, kesempatan profit pasti berbanding lurus dengan tingkat resikonya. Dengan demikian, ketika kamu berniat untuk memperbesar profit kamu, jangan pernah lupakan bahwa di balik itu ada resiko loss yang tak kalah besarnya.

Lalu bagaimana cara menaikkan profit tanpa perlu takut melawan resiko?

Solusinya sesungguhnya terletak pada kepiawaian kamu dalam mengelola dana kamu. Telah banyak tulisan yang membahas mengenai money management, risk management, trading plan dan psikologi trading. Semua tulisan itu berangkat dari “jiwa” trading, yaitu 3M: Mind, Method, Money.

Berikut ini beberapa trik yang dapat kamu coba, berdasarkan pengetahuan kami selama bergelut dengan dunia trading selama setidaknya sepuluh tahun terakhir.

1. Petakan Kekuatan dana
Lihat seberapa besar kekuatan dana kamu, lalu petakan dengan menyusun trading plan.

Target profit sebaiknya realistis. Sebagai contoh, rata-rata trader biasanya memperoleh profit 10-20% per bulan dari dana awal.

Kita bicara trader rata-rata, bukan super trader sekelas Ed Seykota. Di dunia forex trading memang memungkinkan memperoleh profit hingga 100% dari dana per bulan (saya bahkan pernah hingga 80%), tetapi kejadian seperti itu dapat dikatakan jarang terjadi atau tidak berkesinambungan. Mungkin memang ada yang dapat berkesinambungan menghasilkan profit ratusan persen per bulan dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Tetapi kalaupun ada, jelas dia bukan trader kebanyakan.

Mari kita bicara kenyataan yang sering kita temui saja, di mana bahkan untuk dapat sekedar profit berkesinambungan pun orang masih kesulitan. Ini yang ingin kami coba bantu.

Nah, apabila kamu ingin mempunyai – misalnya – $1,000 atau $2,000 per bulan, maka wajar apabila kamu mempersiapkan dana sebesar sekitar $10,000. Agak tidak realistis apabila kamu menargetkan $1,000 – $2,000 per bulan apabila dana kamu hanya $500.

Mohon dimengerti, saya bukan meremehkan trader dengan dana kecil. Poinnya adalah: targetkan profit sesuai dengan kekuatan dana kamu. Berdasarkan pengetahuan, dengan dana $500 (misalnya), sudah cukup realistis apabila kamu menargetkan memperoleh $50 hingga $100 per bulan.

2. Perluas Pandangan
Kebanyakan trader hanya terpaku pada satu instrumen perdagangan saja. Kalau dia trading forex, biasanya hanya terpaku pada satu currency pair saja. apabila ia trader indeks sekuritas, mungkin hanya melihat Nikkei saja. Atau ada juga yang hanya trading emas.

Memang tidak salah apabila kamu pun melakukan hal seperti itu, tetapi itu juga berarti kamu akan mengabaikan begitu saja kesempatan di mata uang lain, atau indeks sekuritas lain. Padahal, ada begitu banyak subyek perdagangan yang dapat kamu transaksikan. 17 (tujuh belas) currency pair, 3 (tiga) komoditi, 8 (delapan) indeks sekuritas dan 183 (seratus delapan puluh tiga) sekuritas pilihan yang dapat ditransaksikan secara CFD.

Tidak harus memantau kesemua produk yang disebutkan di atas, namun setidaknya cobalah perluas pandangan kamu karena kesempatan dapat muncul di produk yang lain. (Baca juga: Banyak “Pintu” di Forex Trading, Ketuklah Semua!)

3. Atur Resiko
Seperti yang telah disampaikan, resiko berbanding lurus dengan kesempatan. Untuk itulah kamu perlu mengatur seberapa besar toleransi kamu terhadap resiko yang mungkin akan terjadi.

Resiko dalam forex trading tentu adalah loss. apabila kamu tidak membatasi toleransi resiko, sama saja dengan membiarkan semua dana kamu (kemungkinan) habis ditelan pasar.

Pembatasan resiko ini juga diatur dalam trading plan. Salah satu tekniknya adalah pengukuran posisi. Dengan pengukuran posisi kamu dapat bertransaksi dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan mengalami loss terlalu besar.

Di saat yang sama, kamu juga dapat memaksimalkan kesempatan profit yang ada. kamu tidak perlu takut untuk membuka posisi sebanyak dua, tiga, atau bahkan sepuluh lot sekaligus selama perhitungan resikonya masih berada di bawah batas toleransi kamu. Lebih lengkap tentang pengukuran posisi, dapat kamu baca di sini.

4. Segera Tarik profit Yang Diperoleh
Kebanyakan trader tidak menyadari bahwa profit tidak boleh dicampur dengan dana. apabila misalnya kamu memulai trading dengan dana sebesar $5,000 dan kamu telah berhasil mengumpulkan profit sebesar $1,000, maka segeralah tarik profit tersebut. Biarkan balance di akun kamu kembali menjadi $5,000.

Mengapa demikian?

Ini agar kamu tidak “terlena” dengan menganggap dana kamu masih “aman” meskipun tengah mengalami kerugian. Seperti contoh di atas, kamu telah berhasil meraup profit sebesar $1,000 sehingga balance kamu menjadi $6,000. Pada transaksi berikutnya ternyata kamu mengalami kerugian (floating loss) hingga mencapai $1,000. Dalam keadaan seperti ini acap kali seorang trader mengira equitynya masih tersisa banyak dan hanya profit yang dihasilkan sebelumnya yang hilang.

Perasaan tenang seperti ini menghanyutkan. Acap kali trader yang berada dalam kondisi seperti itu justru sebenarnya berharap harga akan memantul kembali, agar dia dapat mempunyai profit. Acap kali justru ketika dia benar-benar mengalami kerugian, penyesalan baru muncul karena menganggap kerja kerasnya mengumpulkan profit sebelumnya menjadi sia-sia. Bahkan cukup sering juga trader yang mentalnya drop pada saat itu dan bertanya-tanya, “Apakah forex trading ini memang cocok untuk saya?”

Lain halnya apabila kamu memang berniat memperbesar dana. apabila misalnya dari $5,000 dana kamu berkembang menjadi $6,000, maka segeralah menyesuaikan trading plan kamu dengan nominal dana yang ada. apabila misalnya tadinya toleransi resiko per transaksi adalah $500 per trade (10 persen dari dana), maka dapat ditingkatkan menjadi $600 per trade.

5. Tahu Waktunya Keluar
Strategi “exit” juga penting. Yang paling sederhana adalah menutup transaksi setelah target profit tercapai, atau stop-loss kena. dapat juga menutup transaksi segera setelah sistem trading kamu mengharuskan demikian.

Yang kurang banyak disadari adalah segera menutup transaksi setelah kerugian mencapai persentase tertentu dari profit yang telah diperoleh sebelumnya.

Contoh kongkritnya seperti ini: sebelumnya kamu telah berhasil mengumpulkan profit sebesar $1,000. Sebaiknya kemudian kamu tetapkan bahwa apabila transaksi selanjutnya menyebabkan profit tersebut berkurang hingga 50%, maka kamu akan menutup transaksi. Dengan demikian, mental dan dana kamu akan tetap terjaga.

Tentu saja ini tidak perlu diterapkan secara letter lijk. Terapkan aturan tersebut untuk kelipatan tertentu, misalnya tiap kelipatan $1,000, tergantung pada besaran dana dan profit yang kamu peroleh.

6. Move On

Kita sama-sama maklum bahwa tidak mungkin ada sistem trading yang dapat 100% akurat. Ada kalanya kamu mengalami kerugian karena pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan kamu.

Pada saat seperti itu, yang harus kamu lakukan adalah melakukan evaluasi, dan segera move on. Tidak ada gunanya menyesali uang yang hilang ditelah pergerakan pasar yang tanpa ampun. apabila kamu telah benar-benar mempunyai trading plan yang baik dan mengatur toleransi resiko, tak ada yang perlu kamu khawatirkan.

 

(yn)

Memanfaatkan Peluang Kedua Setelah Breakout Telanjur Berlalu

Pernahkah kamu kelewatan sebuah breakout substansial, namun tetap ingin ikut mencicipi keuntungan dari mobilitas penting tersebut? perasaan kecewa yang terasa ketika mengetahui breakout telah berlalu itu bisa tak kalah sakitnya dari ketika putus dengan pacar pertama. kamu bisa mengatasi kekecewaan berikutnya dengan memanfaatkan tips dari Cory Mitchell berikut ini tentang strategi day trading yang disebut “Second Chance Breakout”.

Apa Itu “Second Chance Breakout”?

Saat harga berada dalam rentang range, chanel atau price pola tertentu, seperti pola triangle, head and shoulder serta lain-lain, ada titik-titik breakout dimana harga bergeser keluar dari pola tersebut. apabila itu sungguh-sungguh breakout, maka harga akan terus bertambah searah dengan breakout tersebut.

mobilitas itu menunjukkan bahwa harga memiliki arah yang jelas. Namun, sering juga harga yang telah breakout kemudian berbalik serta kembali menguji (re-test) titik breakout sebelumnya. sesekali juga tak sungguh-sungguh menyentuh titik breakout sebelumnya, namun hanya relatif mendekati saja. Nah, mobilitas harga yang seperti ini menyediakan peluang kedua bagi trader untuk entry. Sebagaimana bisa dilihat dalam gambar di bawah ini.

Cara Dapatkan peluang Kedua Setelah Breakout Telanjur Berlalu

Dalam gambar tersebut ada dua breakout. Breakout pertama terjadi pada bagian “leher” di pola Head & Shoulder, sedangkan breakout kedua terjadi setelah terbentuknya sebuah Channel kecil.

Bertrading Di peluang Kedua

apabila harga break di atas sebuah pola harga, maka peluang kedua menyediakan peluang buy. apabila harga break di bawah pola harga, maka peluang kedua merupakan peluang sell.

Apabila tengah mengincar peluang kedua, maka siap-siaplah untuk buka posisi begitu pullback harga memasuki rentang titik breakout awal. Begitu pullback pelan serta harga mulai bergeser ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya, langsung Open Position.

Kapan tepatnya yang dimaksud dengan “mulai bergeser ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya?”

Jawabannya bisa subjektif serta tergantung pada pendekatan atau strategi trading apa yang kamu pilih untuk digunakan. Contohnya, pola candlestick enguilfing bisa digunakan sebagai sinyal bahwa pullback sudah berakhir serta mobilitas maju ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya sudah dimulai.

apabila breakout awal tadi adalah ke arah bawah, maka tunggulah hingga harga pullback ke atas mendekati titik breakout tersebut, lalu begitu harga mulai jatuh lagi, Sell. Posisikan stop loss beberapa pip atau beberapa tick di atas tingkatan tinggi pullback tadi.

Gambar di bawah ini menunjukkan situasi yang sama dengan gambar pertama tadi, dilengkapi dengan tingkatan-tingkatan SL serta TP yang sesuai.

Cara Dapatkan peluang Kedua Setelah Breakout Telanjur Berlalu

Target bisa ditentukan berdasarkan pola harga serta tingkatan breakout aslinya maupun dengan menggunakan rasio risk/reward tergantung metode mana yang lebih cocok diterapkan dalam kondisi pasar atau biasa kamu gunakan.

Yang perlu diperhatikan disini: Setelah breakout terjadi, sekedar pullback saja tidak menghadirkan peluang kedua. kamu perlu menunggu hingga pullback berakhir serta harga mulai bergeser ke arah yang sama dengan breakout sebelumnya, baru kemudian open posisi. Ini karena tak ada jaminan 100% kalau titik breakout sebelumnya bakal menghentikan pullback. Jangan menempatkan pending order dekat titik breakout, karena bisa-bisa terpicu di saat yang tak tepat.

Kesimpulan

Cukup sulit untuk “menangkap” breakout, sehingga strategi day trading Second Chance Breakout ini bisa memberikan suatu alternatif menarik untuk dimanfaatkan trader apabila reli mengalami pullback setelah breakout. Walaupun sering juga terjadi breakout yang sangat kuat hingga tak terjadi pullback, namun poin pentingnya disini adalah jangan keburu kecewa ketika harga sudah terlanjur breakout. Bisa jadi ada peluang kedua bagi kamu.

Namun, strategi yang memanfaatkan peluang kedua setelah breakout ini bukan taktik yang bisa dipakai secara “set and forget it“. Sebaiknya manfaatkan ketika kamu punya waktu untuk duduk di depan platform trading menanti munculnya momen yang tepat untuk entry.

Cara Membalikkan Kekalahan Menjadi Kemenangan

Tetapi kamu juga pasti acap kali mendengar kalimat motivasi semacam ini, “Orang yang hebat bukanlah orang yang tidak pernah gagal, melainkan orang yang selalu dapat bangkit tiap kali mengalami kegagalan.”

Jadi, kamu tak perlu berkecil hati jika sekali-dua kali mengalami kerugian. Yang menetapkan apakah kamu akan keluar sebagai pemenang atau pecundang ialah seperti apa cara kamu mempelajari dan menerima “pukulan demi pukulan” lalu dengan strategi tertentu mengubahnya menjadi kemenangan yang gemilang. Ya, trading memang seperti itu. Beberapa kali loss ialah hal yang sangat normal.

Pasti saja, untuk memutarbalikkan kondisi bukanlah hal yang dapat dilakukan secara cepat. dibutuhkan pengetahuan, kesabaran dan kedisiplinan yang cukup selain – pasti saja – kekuatan dana yang memadai.

Ingat-ingatlah penjelasan selanjutnya, agar menjadi bekal disaat kamu ingin mengubah “kekalahan” menjadi “kemenangan”.

Cut-Loss? Segera Tutup Platform Trading kamu
Seringkali kesalahan yang dilakukan seorang trader ialah membiarkan pikirannya dikuasai perasaan “dendam” setelah mengalami kerugian. Dengan tergesa-gesa trader akan mencari jalan dan peluang untuk dapat open posisi , dan secepat mungkin membalikan keadaan menjadi kemenangan.

Kekalahan memang menyakitkan, tetapi kamu perlu sadar bahwa setiap keputusan perlu dilakukan dengan kepala dingin. Apabila trading dengan kodisi yang emosional, maka akan susah untuk tetap objektif dalam pengambilan keputusannya. Kamu akan cenderung melewatkan beberapa poin penting dalam analisa kamu sebab tak ingin tertinggal peluang dan ingin segera “membayar” kekalahan kamu barusan. Hal ini akan membuat kamu terbebani baik pikiran dan perasaanmu, sehingga dapat mengakibatkan kerugian kembali, dan ini berbahaya.
Maka langkah yang paling tepat ialah segera menutup platform trading kamu setelah mengalami kerugian. kamu baru boleh kembali bertarung jika kerugian yang telah lalu tidak lagi terbayang ketika kamu ingin melakukan transaksi.

Atur Ulang Trading Plan
Dalam hal ini, yang perlu diatur ulang ialah pembatasan resiko dalam setiap transaksi. Apabila kamu menetapkan besaran resiko yang dapat ditanggung dalam setiap transaksi ialah 5%, maka terapkan juga 5% itu dari kondisi dana yang terakhir yang kamu punyai.

Contohnya, jika dana sebelumnya ialah $1,000 berarti 5%-nya ialah sebesar $50. Setelah mengalami kerugian, dana kamu menjadi $950. Maka jika kamu ingin kembali bertransaksi, batasan resikonya ialah sebesar $47.5. Nah, dengan strategi dana seperti itu, kamu akan memiliki “cadangan peluru” lebih banyak.

Ilustrasinya seperti tabel berikut ini:

Berdasarkan tabel itu, kamu memiliki “jatah” 10 (sepuluh) “tembakan” sebelum total kerugian mencapai batasan resiko maksimum. Itu pun jika kesepuluh transaksi yang kamu lakukan berakhir dengan kerugian.

Yang perlu diperhatikan ialah bahwa jika kamu melakukan trading dengan gaya yang normal (misalnya swing trading), maka batasan resiko yang “masuk akal” terhenti di transaksi yang ke-10. Mengapa? sebab “swing” terkecil yang terjadi pada pergerakan harga forex rata-rata ialah di kisaran 300-an pips. Jika kamu masuk posisi dengan 0.1 lot, maka itu setara dengan $30.

Bandingkan dengan jika kamu menggunakan dana yang lebih kecil daripada itu, misalnya $500.

Terlihat bahwa dengan resiko 5% per transaksi, batasan resiko yang ditetapkan sangat “mepet”. Pada transaksi pertama saja kamu tingkat keleluasaan kamu hanya sebesar 250 pips. Untuk forex, batasan resiko seperti ini sangatlah sempit. Hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sangat berpengalaman dalam scalping dan pastinya memiliki “jam terbang” tinggi.

Untuk dapat melakukan trading dengan gaya yang normal, mau tidak mau kamu perlu memperbesar toleransi resiko per transaksi menjadi 10% (sepuluh persen). Dengan demikian, toleransi resiko kamu menjadi sedikit lebih “lega” setidaknya hingga transaksi ke-6. Lewat dari transaksi ke-6, trading kamu sudah masuk area “lampu kuning”. Selain sebab toleransi resiko menjadi semakin sempit, kerugian yang mungkin akan diderita melebihi batasan resiko maksimum yang telah ditetapkan. Hati-hati.

Tabel_MM 10

Dengan demikian terlihat bahwa semakin besar dana kamu, “cadangan peluru” kamu juga akan semakin banyak. Terlihat pula bahwa semakin kecil dana, untuk dapat trading dengan nyaman, resiko per transaksi justru semakin besar (10% versus 5%).

Evaluasi Transaksi
Kerugian kita, kadang kala diakibatkan adanya kesalahan kita dalam menganalisa grafit, dan sinyal yang muncul dari sistem trading, atau mungkin juga sebab kita salah mengkalkulasi position size. Untuk itu, ada baiknya kamu melakukan evaluasi apa yang menyebabkan kamu mengalami kerugian.

Apakah kamu telah menjalankan trading plan dengan baik? Apakah kamu telah benar-benar melakukan check & re-check pada sinyal yang diberikan oleh sistem trading? Apakah kamu telah benar-benar menghitung potensi resiko? Apakah ada berita yang mempengaruhi pasar secara signifikan?

Pertanyaan-pertanyaan itu nanti akan menjadi dasar bagi kamu untuk menilai apakah kerugian yang kamu alami ialah good loss atau bad loss. Jika kamu telah melakukan semuanya dengan benar tetapi tetap loss juga, maka itu memang ialah bagian dari resiko trading yang – sekali lagi – sangat normal terjadi. Dengan terbiasa melakukan evaluasi, kamu justru akan dapat meningkatkan kemampuan trading kamu.

Jadi, apakah kamu baru saja mengalami “kekalahan”? Jangan khawatir, dapat jadi itu akan menjadi awal langkah kemenangan. Tetap semangat.

Referensi oleh Valas Online