Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Cara Mendapatkan Keuntungan dari Intervensi di Pasar Forex

Bagaimana Anda ingin mendapatkan $ 1.287 hanya dalam 10 menit? Nah, jika Anda waktu itu (pada 10 Desember 2003) membeli $ 100.000 dolar AS / yen Jepang, pada 107.40 dan dijual 10 menit kemudian di 108.80, Anda bisa memiliki $ 1.287. Bagaimana bisa,perhitungannya seperti ini:

1. Membeli $ 100.000 dan menjualnya seharga  ¥ 10740000 (100.000 * 107.40)

2. Sepuluh menit kemudian, USD / JPY meningkat menjadi 108.80

3. Jual $ 100.000 untuk membeli 10.880.000 ¥, maka anda akan mendapatkan keuntungan sebesar ¥ 140.000

4. Dalam dolar, keuntungan tersebut senilai dengan 140,000 / 108,8 = $ 1,286.76 USD

Jadi, siapa yang ada di sisi lain  mengalami  kerugian besar dari keuntungan yang anda dapat? Percaya atau tidak, yang mengalami kerugian besar tersebut adalah bank pusat yaitu Bank of Japan. Bagaimana bisa mereka bertindak demikian? Tindakan ini dikenal sebagai intervensi, tetapi sebelum kita menemukan mengapa mereka melakukannya, mari kita segera meninjau ekonomi dari pasar mata uang.

Pelajaran Ekonomi secara Singkat

Pasar valuta asing seluruh (forex) meliputi mata uang dan relativitas penilaian mereka terhadap satu sama lain. Penilaian ini memainkan peran besar dalam ekonomi domestik dan global. Mereka menentukan banyak hal, tetapi terutama harga-harga impor dan ekspor.

Penilaian dan Bank Sentral

Dalam rangka untuk memahami mengapa intervensi ini  terjadi, kita harus terlebih dahulu menetapkan bagaimana mata uang tersebut dinilai. Hal ini dapat terjadi dalam dua cara: oleh pasar, melalui hukum penawaran dan permintaan, atau oleh pemerintah (yaitu, bank sentral). Menilai bahwa  mata dinilai  oleh pasar dikenal sebagai mata uang floating. Sebaliknya, nilai tukar mata uang yang ditetapkan oleh pemerintah yang dikenal sebagai mata uang fix, yang berarti mata uang suatu negara dipatok ke mata uang utama dunia, biasanya dolar AS.

Dengan demikian, agar bank sentral dapat mempertahankan atau menstabilkan nilai tukar lokal, bank sentral akan menerapkan kebijakan moneter dengan cara menyesuaikan suku bunga atau dengan membeli dan menjual mata uang sendiri di pasar valuta asing. Hal ini disebut sebagai intervensi.

Instabilitas dan Intervensi

Sejak mata uang selalu diperdagangkan berpasangan terhadap satu sama lain, sebuah gerakan yang signifikan satu diantaranya, langsung memberikan dampak ke yang lain. Ketika mata uang suatu negara menjadi tidak stabil untuk alasan apapun, spekulasi, defisit bertambah, atau tragedi nasional, misalnya, negara-negara lain akan mengalami efek samping. Biasanya, ini terjadi selama jangka waktu yang panjang, yang memungkinkan bagi pasar dan / atau bank sentral untuk secara efektif menangani setiap kebutuhan revaluasi.

Akan menjadi masalah ketika ada gerakan mendadak, cepat dan berkelanjutan dalam penilaian mata uang, sehingga membuatnya tidak praktis, atau bahkan mustahil, bagi bank sentral untuk segera merespon melalui kebijakan suku bunga. Ini adalah saat di mana intervensi berlangsung.

Sebagai contoh pasangan mata uang USD / JPY, misalnya. Antara tahun 2000 dan 2003, Bank of Japan melakukan intervensi beberapa kali untuk menjaga yen agar tetap dihargai lebih rendah dari dolar, karena mereka takut pada peningkatan nilai yen membuat ekspor relatif lebih mahal dibandingkan impor, dan menghambat pemulihan ekonomi pada saat itu. Pada tahun 2001, Jepang melakukan intervensi dan menghabiskan lebih dari $ 28 milyar untuk menghentikan yen dari apresiasi dan pada tahun 2002  mereka menghabiskan $ 330 milyar agar  yen tetap rendah.

Trading dan Intervensi

Intervensi menyajikan sebuah kesempatan yang menarik bagi para trader. Jika ada beberapa katalis negatif yang signifikan, seperti utang atau tragedi nasional, ini dapat menunjukkan kepada trader bahwa mata uang tersebut sedang ditargetkan secara fundamental untuk lebih rendah. Misalnya, defisit anggaran AS menyebabkan dolar jatuh cepat dalam kaitannya dengan yen, yang nilainya, pada gilirannya, meningkat pesat. Dalam keadaan seperti itu, trader bisa berspekulasi mengenai kemungkinan adanya intervensi, yang akan menghasilkan pergerakan harga yang tajam dalam jangka waktu pendek.

Hal ini menciptakan kesempatan bagi trader untuk mendapatkan keuntungan besar, dengan mengambil posisi sebelum intervensi dan keluar posisi setelah efek dari intervensi berlangsung. Adalah penting untuk menyadari, bagaimanapun, bahwa perdagangan terhadap tren yang bergerak cepat dan mencari intervensi, bisa sangat. Selanjutnya, perdagangan terhadap tren, bisa sangat berbahaya karena modal dalam jumlah besar bisa hilang dalam jangka waktu yang singkat.

Intervensi

Sekarang, mari kita lihat seperti apa intervensi tampak pada grafik:

AT-FXInterventionsDec20

Di sini kita dapat melihat bahwa antara tahun 2000 dan 2003, Bank of Japan mengintervensi beberapa kali. Harap dicatat bahwa mungkin ada lebih atau kurang intervensi daripada yang ditampilkan di sini, karena intervensi ini tidak selalu dipublikasikan.

Trading

Mampu mengetahui kapan intervensi mungkin terjadi lebih merupakan seni daripada ilmu, tetapi itu tidak berarti tidak ada indikator yang jelas yang bisa membantu Anda. Berikut adalah beberapa prinsip dasar yang dapat diterapkan:

–          Intervensi biasanya terjadi disekitar level harga yang sama seperti intervensi sebelumnya. Dalam kasus USD / JPY, level ada di 115.00. Perhatikan pada grafik di atas bahwa intervensi mendorong nilai dolar di atas titik itu untuk beberapa saat. Perlu diingat, bagaimanapun, ini mungkin tidak selalu benar, intervensi mungkin berhenti jika bank sentral menganggap bahwa sudah terlalu mahal. Hal ini jelas terlihat di mana kita nilai kemudian turun di bawah 115.00.

–          Kadang-kadang ada petunjuk lisan sebelum intervensi. Mantan menteri keuangan Japan, Kiichi Miyazawa terkenal karena mengancam untuk turut campur tangan pada beberapa kesempatan. Demikian pula, Uni Eropa telah memberikan petunjuk tentang kemungkinan intervensi mereka di masa depan. Kadang-kadang berita seperti ini saja sudah cukup untuk menggerakkan  pasar. Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa semakin sering trader mendengar ancaman ini dengan tidak disertai tindakan, maka dampak ancaman ini akan berkurang di pasar.

–          Analis juga sering memberikan perkiraan yang baik dari tingkat intervensi. Perhatikan analis valuta asing dari bank-bank terkenal dan perusahaan investasi tentang ide kapan intervensi tersebut muncul.

Mengetahui hal-hal tersebut dapat membantu Anda menentukan kapan intervensi mungkin terjadi. Berikut adalah beberapa saran untuk trading ketika intervensi terjadi:

–          Ukur  tingkat harga yang diharapkan dengan menempatkan gerakan intervensi sebelumnya. Sekali lagi, kita dapat melihat bahwa sebagian besar intervensi utama dalam pasangan USD / JPY sebesar 125.00 atau lebih, sebelum turun lagi.

–          Selalu menjaga titik stop-loss dan take-profit untuk membatasi keuntungan dan kerugian. Pastikan untuk mengatur stop-loss pada tingkat yang wajar, tapi sisakan  ruang yang cukup untuk downside sebelum intervensi terjadi. Poin take-profit harus ditetapkan pada tingkat yang sebelumnya dicapai oleh intervensi.

–          Gunakan margin sesedikit mungkin. Meskipun hal ini menurunkan potensi keuntungan Anda, namun juga mengurangi risiko terkena margin call. Karena Anda melakukan trading melawan tren jangka panjang, marjin call menjadi risiko yang signifikan, jika intervensi tidak terjadi selama waktu yang Anda rencanakan.

Kesimpulan

Intervensi terjadi sebagai akibat dari intervensi bank sentral dengan menggunakan cadangan mereka dalam rangka untuk menstabilkan nilai mata uang mereka. Meskipun mereka bisa memperolah keuntungan besar, memperdagangan mereka adalah sebagian besar untuk spekulan. Ada beberapa cara untuk mencoba dan mengukur kapan intervensi mungkin terjadi, tetapi selalu merupakan ide yang baik untuk mempersiapkan diri dengan menggunakan leverage rendah, jika ada, dan manajemen keuangan yang bijak. Intervensi memberikan kesempatan yang menarik untuk setiap trader forex untuk mendapatkan keuntungan yang besar. (tr)

TRADING FOREX DENGAN CARA MARTINGALE

Dikenal di dunia perdagangan sebagai martingale, strategi ini paling sering dipraktekkan di ruang judi kasino Las Vegas dan merupakan alasan utama mengapa kasino sekarang menjadi taruhan minimum dan maksimum, dan mengapa roda roulette memiliki dua spidol hijau (0 dan 00), di luar dari taruhan ganjil dan genap. Masalah dengan strategi ini adalah bahwa untuk mencapai keuntungan 100%, Anda harus memiliki dana yang sangat besar, dalam beberapa kasus, mereka harus memiliki dana yang jauh lebih banyak.

Sayangnya, tidak ada yang memiliki kekayaan tak terbatas, tetapi dengan teori yang mengandalkan mean reversion, satu perdagangan yang kalah bisa membangkrutkan seluruh account. Juga, jumlah yang dipertaruhkan pada perdagangan jauh lebih besar daripada potensi keuntungannya. Meskipun ada kelemahan, ada cara-cara untuk meningkatkan strategi martingale. Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi cara Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil dalam strategi yang beresiko sangat tinggi dan sulit ini.

Apa itu Strategi Martingale?
Dipopulerkan di abad ke-18, Martingale diperkenalkan oleh seorang matematikawan Perancis bernama Paul Pierre Levy. Martingale itu awalnya jenis gaya taruhan yang didasarkan pada premis “dua kali lipat ke bawah.” Yang menarik, banyak pekerjaan yang dilakukan dengan martingale yang dilakukan oleh seorang ahli matematika Amerika bernama Joseph Leo Doob, yang berusaha untuk menyangkal kemungkinan untung 100% dari strategi taruhan ini.

Mekanisme sistem ini melibatkan taruhan awal, bagaimanapun juga, setiap kali taruhan akan menjadi kekalahan, taruhannya menjadi dua kali lipat, dengan waktu yang cukup, satu perdagangan yang untung akan menutup semua kerugian sebelumnya. Pengenalan 0 dan 00 pada roda roulette digunakan untuk memecahkan mekanisme martingale, dengan memberikan permainan lebih dari dua hasil yang memungkinkan dibandingkan dengan ganjil vs genap, atau merah vs hitam. Hal ini membuat harapan keuntungan jangka panjang dengan menggunakan martingale dalam roulette negatif, dan dengan demikian menghancurkan insentif apa pun dari penggunaannya.

Untuk memahami dasar-dasar di balik strategi martingale, mari kita lihat contoh sederhana ini. Misalkan kita memiliki koin dan terlibat dalam taruhan kepala atau ekor dengan taruhan sebesar $1. Ada probabilitas yang sama bahwa koin akan mendarat di sisi kepala atau ekor dan setiap lemparan adalah independen, yang berarti bahwa lemparan sebelumnya tidak mempengaruhi hasil dari lemparan berikutnya. Selama Anda tetap dengan pandangan terarah yang sama setiap kali, Anda pada akhirnya, akan mengingat jumlah uang yang tak terbatas, jika koin sisi kepala yang tampak maka anda akan mendapatkan kembali semua kerugian Anda, ditambah $1. Strategi ini didasarkan pada premis bahwa hanya satu perdagangan yang diperlukan untuk memutarbalikkan account Anda.

Aplikasi Trading

Anda mungkin berpikir bahwa rangkaian kerugian yang panjang,  akan mewakili keberuntungan yang luar biasa buruk, tetapi ketika Anda melakukan trading mata uang (currencies), mereka cenderung untuk mengikuti trend, dan trend dapat bertahan untuk waktu yang sangat lama, jika Anda terjebak dalam arah yang salah. Kunci dari martingale, bila diterapkan pada trading, adalah dengan “melipat gandakan” dasarnya dengan menurunkan harga entri rata-rata. Dalam contoh di bawah, pada dua lot (lots), Anda memerlukan EUR / USD untuk rally 1,263-1,264 untuk mencapai titik impas. Sebagaimana harga bergerak lebih rendah dan Anda menambahkan empat lot, Anda hanya perlu untuk rally ke 1,2625 bukannya 1,264 untuk mencapai titik impas. Semakin banyak Anda menambahkan lot, semakin rendah harga rata-rata yang masuk. Meskipun Anda mungkin kehilangan 100 pips di lot pertama dari EUR / USD jika harga hits 1,255, Anda hanya perlu pasangan mata uang rally ke 1,2569 untuk mencapai titik impas pada seluruh investasi Anda.

Mengapa Martingale Bekerja Lebih Baik dengan FX

Salah satu alasan mengapa strategi martingale sangat populer di pasar mata uang adalah karena, tidak seperti saham, mata uang jarang ada di titik nol. Meskipun perusahaan dapat dengan mudah bangkrut, tetapi negara tidak bisa. Akan ada waktunya ketika sebuah mata uang terdevaluasi, tetapi bahkan dalam kasus-kasus di mana ada penurunan yang tajam, nilai mata uang tidak pernah mencapai nol. Bukan tidak mungkin, tetapi apa yang dibutuhkan untuk hal ini terjadi terlalu menakutkan bahkan untuk mempertimbangkannya.

Pasar FX juga menawarkan salah satu keuntungan unik yang membuatnya lebih menarik bagi para trader yang memiliki modal untuk mengikuti strategi martingale: Kemampuan untuk mendapatkan bunga memungkinkan para trader untuk mengimbangi sebagian kerugian mereka dengan pendapatan bunga. Ini berarti bahwa seorang trader martingale yang cerdik mungkin hanya ingin strategi trade pada pasangan mata uang dalam arah carry yang positif (positive carry). Dengan kata lain, ia akan membeli mata uang dengan suku bunga yang tinggi dan mendapatkan bunga sementara, dan pada saat yang sama, menjual mata uang dengan suku bunga rendah. Dengan jumlah lot yang besar, pendapatan bunga dapat sangat besar dan bisa bekerja untuk mengurangi harga awal rata-rata. (Untuk membaca artikel lainnya yang terkait, silahkan lihat Trading The Odds With Arbitrage.)

Kesimpulan

Hal menarik dari strategi martingale mungkin terdengar untuk beberapa trader, kami menekankan bahwa peringatan yang serius diperlukan bagi mereka yang mencoba untuk mempraktekkan tekhnik trading ini. Masalah utama dengan strategi ini adalah bahwa seringkali, tampaknya trade yang ampuh dapat menaikkan account Anda, sebelumnya  Anda dapat menghasilkan keuntungan atau bahkan menutup kerugian Anda. Pada akhirnya, para trader harus mempertanyakan apakah mereka bersedia untuk kehilangan sebagian besar ekuitas account mereka pada satu trade. Mengingat bahwa mereka harus melakukan hal ini untuk keuntungan rata-rata yang jauh lebih kecil, banyak yang merasa bahwa strategi trading martingale sepenuhnya terlalu berisiko untuk selera mereka. ZOU & DK

Pengaruh Fluktuasi Mata Uang Terhadap Perekonomian

Fluktuasi mata uang adalah hasil alami dari sistem nilai tukar yang berubah-ubah yang merupakan norma dari sebagian besar perekonomian utama. Nilai tukar satu mata uang terhadap yang lain dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknis. Termasuk diantaranya jumlah pasokan dan permintaan dari dua mata uang tersebut, kinerja ekonomi, prospek inflasi, perbedaan suku bunga, arus modal, dukungan teknis dan tingkat resistensi, dan sebagainya. Karena faktor-faktor ini umumnya dalam keadaan fluks terus-menerus maka nilai mata uang berfluktuasi dari waktu ke waktu. Namun, walaupun tingkat mata uang sebagian besar seharusnya ditentukan oleh ekonomi yang mendasarinya, hal ini sering berubah-ubah, karena gerakan besar dalam mata uang juga bisa mendikte nasib perekonomian suatu negara.

Jangkauan dari Efek Mata Uang  

Sedangkan dampak perputaran mata uang terhadap perekonomian jauh jangkauannya, kebanyakan orang justru tidak terlalu memperhatikan nilai tukar mata uang karena sebagian besar bisnis dan transaksi mereka dilakukan dengan mata uang domestik . Untuk sebagian konsumen, nilai tukar hanya diperlukan untuk kegiatan atau transaksi tertentu seperti misalnya bepergian ke luar negeri, pembayaran barang  impor atau pengiriman uang luar negeri sesekali waktu.

Kesalahan umum yang biasanya terjadi adalah dengan menganggap bahwa mata uang domestik yang kuat merupakan hal yang baik bagi perekonomian suatu negara, karena dengan begitu orang memerlukan biaya yang lebih murah untuk melakukan perjalanan ke Eropa, misalnya, atau untuk membayar sebuah produk impor. Pada kenyataannya, mata uang yang terlalu kuat dapat memberikan hambatan yang signifikan terhadap perekonomian dasar dalam waktu jangka panjang, karena seluruh industri yang ada justru tidak kompetitif dan ribuan pekerjaan hilang. Sementara konsumen meremehkan melemahnya mata uang domestik karena akan membuat biaya perjalanan ke luar negeri dan belanja impor lebih mahal, malahan mata uang yang lemah justru dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih.

Nilai mata uang domestik di pasar valuta asing merupakan instrumen penting dalam sistem bank sentral, serta merupakan pertimbangan utama ketika bank sentral hendak menetapkan kebijakan moneter. Langsung atau tidak langsung, oleh karena itu, tingkat mata uang mempengaruhi sejumlah variabel ekonomi utama. Mereka mungkin memainkan peran dalam tingkat bunga yang Anda bayar untuk kepemilikan hipotek Anda, hasil portofolio investasi Anda, harga bahan makanan di supermarket lokal, dan bahkan prospek pekerjaan Anda.

Dampak Mata Uang terhadap Perekonomian

Tingkat sebuah mata uang memiliki dampak langsung pada aspek-aspek ekonomi berikut ini:

Perdagangan barang: Perdagangan barang disini mengacu pada perdagangan internasional suatu negara, atau ekspor dan impor. Secara umum, mata uang yang lemah akan merangsang ekspor dan membuat impor lebih mahal, sehingga mengurangi defisit perdagangan suatu negara (atau meningkatkan surplus) dari waktu ke waktu.

Contoh sederhana untuk menggambarkan konsep ini adalah sebagai berikut:

Asumsikan Anda adalah seorang eksportir AS yang menjual satu juta widget dengan harga masing-masing $ 10 untuk pembeli yang ada di Eropa dua tahun lalu, nilai tukar pada saat itu adalah EUR 1 = 1,25 USD. Biaya untuk pembeli Eropa Anda adalah sebesar EUR 8 per widget. Pembeli Anda sedang melakukan negosiasi harga yang lebih baik untuk pesanan besar, dan karena dolar telah menurun menjadi 1,35 per euro, Anda mampu untuk memberikan potongan harga $ 10 per widget. Bahkan jika harga baru yang Anda berikan adalah EUR 7,50, yang bearti diskon 6,25% dari harga sebelumnya, harga dalam USD akan masih sebesar $ 10,13 dengan kurs saat ini. Depresiasi mata uang lokal Anda adalah alasan utama mengapa bisnis ekspor Anda tetap kompetitif di pasar internasional.

Sebaliknya, mata uang yang menguat secara signifikan dapat mengurangi daya saing ekspor dan membuat impor lebih murah, yang dapat menyebabkan defisit perdagangan akan terus berlanjut, dan kemudian nantinya melemahnya mata uang bisa saja terjadi untuk penyesuaian keadaan. Tapi sebelum penyesuaian ini  terjadi, sektor industri yang sangat berorientasi pada ekspor dapat hancur terlebih dahulu karena mata uang yang  terlalu kuat.

Pertumbuhan ekonomi: Rumus dasar untuk PDB adalah C + I + G + (X – M) dimana:
C = Konsumsi atau belanja konsumen, komponen terbesar dari ekonomi
I = Modal investasi oleh perusahaan dan rumah tangga
G = Belanja Pemerintah
(X – M) = Ekspor dikurangi impor, atau ekspor neto.

Dari persamaan ini, jelaslah bahwa semakin tinggi nilai ekspor neto, semakin tinggi PDB suatu negara. Seperti dibahas sebelumnya, ekspor bersih memiliki korelasi terbalik dengan kekuatan mata uang domestik.

Arus modal: Modal asing akan cenderung mengalir ke negara-negara yang memiliki pemerintahan yang kuat, ekonomi dinamis dan mata uang yang stabil. Sebuah negara perlu memiliki mata uang yang relatif stabil untuk menarik modal investasi dari investor asing. Jika tidak, prospek pertukaran kerugian yang diakibatkan oleh depresiasi mata uang dapat menghalangi investor luar negeri.

Arus modal dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yang utama – Investasi asing langsung (FDI), di mana investor asing mengambil saham di perusahaan yang ada atau membangun fasilitas baru di luar negeri, dan investasi portofolio asing, di mana investor asing berinvestasi di sekuritas luar negeri. FDI adalah sumber dana penting  untuk ekonomi negara berkembang seperti China dan India, yang pertumbuhannya akan terganggu jika modal tidak tersedia.

Pemerintah lebih menyukai FDI daripada investasi portofolio asing, karena investasi portofolio asing lebih seperti “uang panas” yang dapat meninggalkan negara ketika keadaan menjadi sulit. Fenomena ini, disebut sebagai “pelarian modal”, yang dapat dipicu oleh peristiwa negatif, termasuk devaluasi yang diharapkan atau diantisipasi dari mata uang.

Inflasi: Sebuah mata uang yang terdevaluasi dapat mengakibatkan “impor” inflasi bagi negara-negara importir besar. Penurunan mendadak sebesar 20% dari mata uang domestik dapat menyebabkan produk impor naik hingga 25% atau lebih yang artinya bahwa penurunan 20% mengharuskan peningkatan sebesar 25% untuk kembali ke modal awal.

Suku bunga: Seperti disebutkan sebelumnya, tingkat nilai tukar adalah pertimbangan utama bagi sebagian besar bank sentral saat mengatur kebijakan moneter. Misalnya, mantan Gubernur Bank of Canada , Mark Carney, mengatakan dalam sebuah pidatonya pada September 2012 bahwa bank memperhatikan nilai tukar dolar Kanada dalam mengatur kebijakan moneter. Carney mengatakan bahwa kekuatan terus-menerus dari dolar Kanada adalah salah satu alasan mengapa kebijakan moneter Kanada telah “sangat akomodatif” untuk waktu yang begitu lama.

Sebuah mata uang domestik yang kuat memberikan suatu hambatan pada ekonomi, ia akan memberikan hasil akhir yang sama seperti kebijakan moneter yang lebih ketat (yaitu suku bunga yang lebih tinggi). Selain itu, pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut pada saat mata uang domestik sudah terlalu kuat dapat memperburuk masalah dengan menarik “uang panas” lebih dari investor asing, yang sedang mencari investasi untuk penghasilan lebih tinggi (yang selanjutnya akan mendongkrak mata uang domestik).

Pengaruh Global dari Mata Uang – Contoh
Pasar forex global sejauh ini merupakan pasar keuangan terbesar dengan volume perdagangan harian lebih dari $ 5 triliun – jauh melebihi pasar lain termasuk saham, obligasi dan komoditas. Meskipun demikian, volume perdagangan yang sangat besar, mata uang tetap menjadi yang utama sepanjang waktu. Namun, ada kalanya mata uang bergerak dengan cara dramatis, pada saat seperti itu, gaung dari gerakan ini dapat benar-benar dirasakan di seluruh dunia. Berikut beberapa daftar dari  peristiwa tersebut:

Krisis Asia 1997-98 – Krisis Asia dimulai dari devaluasi baht Thailand pada bulan Juli 1997. Devaluasi terjadi setelah baht diserang spekulatif intens, memaksa bank sentral Thailand untuk bergantung terhadap dolar AS dan membiarkan mata uangnya tidak stabil. Hal ini memicu keruntuhan finansial yang menyebar ke ekonomi tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Korea Selatan dan Hong Kong. Hal ini menyebabkan kebangkrutan di negara-negara tersebut dan pasar saham jatuh.

Runtuhnya Yuan China : Nilai Yuan China stabil selama satu dekade yaitu 1994-2004, yang memungkinkan ekspornya meningkat . Hal ini menimbukan banyak keluhan dari AS dan negara-negara lain bahwa China secara sengaja menekan nilai mata uangnya untuk meningkatkan ekspor. Yuan Cina dihargai pada kecepatan yang moderat, mulai lebih dari 8 terhadap dolar pada tahun 2005 menjadi lebih dari 6 tahun 2013.

Perputaran yen Jepang dari tahun 2008 hingga pertengahan 2013: Yen Jepang telah menjadi salah satu mata uang yang paling stabil dalam lima tahun terakhir sampai pertengahan 2013. Sejak Agustus 2008 , yen – yang telah menjadi mata uang favorit untuk carry trades karena kebijakan suku bunga Jepang mendekati nol – mulai sangat disukai karena investor yang panik berbondong-bondong membeli mata uang tersebut untuk melunasi pinjaman mereka dalam mata uang yen. Akibatnya, yen dihargai lebih dari 25% terhadap dolar AS dalam lima bulan sampai Januari 2009. Pada 2013, stimulus moneter Perdana Menteri Abe dan rencana stimulus fiskanyal – yang dijuluki “Abenomics” – menyebabkan penurunan sebesar 16% dalam yen dalam lima bulan pertama tahun ini.

Kekhawatiran  Euro (2010-12): Kekhawatiran bahwa negara-negara berhutang seperti Yunani, Portugal, Spanyol dan Italia pada akhirnya dipaksa keluar dari Uni Eropa, menyebabkan Euro  hancur, euro turun sebesar 20% dalam tujuh bulan terakhir, dari tingkat 1,51 pada bulan Desember 2009 menjadi sekitar 1,19 pada bulan Juni 2010. Jeda yang menyebabkan mata uang tersebut menapak kembali semua kerugiannya selama tahun depan terbukti hanya bersifat sementara, karena kebangkitan Uni Eropa menghentikan kekhawatirannya lagi sehingga menyebabkan penurunan 19% dalam euro dari Mei 2011 hingga Juli 2012.

Bagaimana investor mendapatkan keuntungan?

Berikut adalah beberapa saran untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan mata uang:

Berinvestasi di luar negeri: Jika Anda adalah seorang investor yang berbasis di AS dan percaya USD berada dalam penurunan sekuler, maka berinvestasilah di pasar luar negeri yang kuat, karena keuntungan Anda akan didorong oleh apresiasi mata uang asing . Perhatikan contoh indeks patokan Kanada – TSX Composite – dalam dekade pertama milenium ini. Sementara S & P 500 hampir datar selama periode ini, TSX menghasilkan keuntungan total sekitar 72% (dalam $ Kanada ) selama dekade ini. Tapi apresiasi curam dolar Kanada versus dolar AS selama 10 tahun ini akan hampir senilai dua kali lipat untuk investor AS atau total sekitar 137% atau 9% per tahun.

Investasi di perusahaan multinasional AS: AS memiliki jumlah terbesar dari perusahaan multinasional, banyak sebagian besar diantaranya menghasilkan pendapatan dari dalam negeri dan pendapatan dari luar negeri mereka. Laba perusahaan multinasional AS didorong oleh dolar yang lebih lemah, yang harus diterjemahkan ke dalam harga saham lebih tinggi ketika greenback lemah.

Menahan diri dari pinjaman mata uang asing dengan bunga rendah: Hal ini memang bukan masalah yang mendesak sejak 2008 dan seterusnya, karena suku bunga AS telah berada di rekor terendah selama bertahun-tahun. Namun di beberapa titik, suku bunga AS akan kembali ke tingkat tinggi lagi. Pada saat seperti itu, investor yang tergoda untuk meminjam dalam mata uang asing dengan suku bunga yang lebih rendah akan dilayani dengan baik untuk mengingat penderitaan mereka yang harus membayar dengan yen pinjaman pada tahun 2008. Nilai moral dari cerita tersebut – jangan pernah meminjam dalam mata uang asing jika Anda tidak mengerti atau tidak dapat melindungi nilai risiko dari nilai tukar.

Membatasi Resiko mata uang: Pergerakan mata uang yang merugikan secara signifikan dapat berdampak pada keuangan Anda, terutama jika Anda memiliki eksposur forex substansial. Tapi banyak pilihan yang tersedia untuk membatasi  nilai risiko mata uang, dari mata uang berjangka dan selanjutnya options mata uang dan dana yang diperdagangkan di bursa seperti Euro Currency Trust (FXE) dan CurrencyShares Japanese Yen Trust (FXY). Jika risiko mata uang Anda ternyata cukup besar untuk membuat Anda terjaga di malam hari, pertimbangkan untuk membatasi resiko ini.

Kesimpulan

Pergerakan mata uang bisa memiliki dampak yang  luas tidak hanya pada ekonomi domestik, tetapi juga pada ekonomi global. Investor dapat menggunakan beberapa langkah tersebut diatas untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di luar negeri atau di perusahaan multinasional AS ketika dollar lemah. Karena pergerakan mata uang bisa menjadi resiko potensial ketika seseorang memiliki eksposur forex yang subtansial, mungkin lebih baik untuk membatasi nilai risiko ini melalui instrumen nilai lindung  yang tersedia.(tr)

Dasar-dasar Leverage dalam Forex

Leverage dalam trading diartikan sebagai  kemampuan untuk meningkatkan ukuran atau volume trading anda dengan meminjam dana dari broker. Ketika melakukan trading dengan menggunakan leverage, bisa digambarkan seperti anda meminjam uang dari broker Anda, sementara dana di rekening Anda bertindak sebagai jaminannya. Agunan ini biasanya disebut sebagai margin.

Leverage yang disediakan berdasarkan pada persyaratan margin broker. Persyaratan Margin biasanya berupa persentase, sedangkan leverage dinyatakan sebagai rasio. Sebagai contoh, broker memerlukan tingkat marjin minimal 2%. Ini berarti bahwa trader harus memiliki minimal 2% dari total nilai trading yang ia lakukan sebelum membuka posisi. Margin 2% setara dengan rasio leverage 50:1. Dalam prakteknya, dengan menggunakan leverage 50:1, memiliki dana sebesar $ 1.000 dalam account Anda akan memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan sampai senilai $ 50.000

Leverage Tergantung  Pasar dan Instrumen Trading

Leverage yang tersedia berbeda-beda secara substansial tergantung dari instrumen trading dan dari negara mana Anda berada. Sebagai contoh, tingkat leverage yang tersedia untuk perdagangan saham relatif rendah. Di Amerika Serikat, trader biasanya dapat menggunakan leverage 2:1 untuk trading ekuitas, tingkat margin 50%.

Pasar berjangka menawarkan leverage yang jauh lebih tinggi, seperti 25:1 atau 30:1, tergantung pada kontrak perdagangan.

Leverage yang tersedia di pasar forex lebih tinggi mulai dari  50:1 di AS dan bisa mencapai 400:1 yang biasanya ditawarkan oleh broker internasional.

Leverage dalam Forex Trading

Ketersediaan leverage yang tinggi, ditambah dengan saldo minimum yang relatif rendah untuk membuka account trading, telah menambah daya tarik pasar forex untuk trader kecil. Namun, penggunaan leverage yang berlebihan sering dan justru menjadi alasan utama trader bangkrut.

Bahaya pemanfaatan leverage yang ekstrim bagi investor telah diakui dan ditindak lanjuti oleh badan regulasi di Amerika Serikat, yang mana telah menciptakan pembatasan jumlah leverage yang tersedia di forex trading. Pada bulan Agustus 2010, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) merilis aturan akhir untuk transaksi valuta asing ritel, membatasi leverage yang tersedia untuk trader forex ritel hanya sebesar 50:1 untuk pasangan mata uang utama dan 20:1 untuk pasangan lain.

Kemudian pada tahun 2013, broker luar AS terus menawarkan leverage 400:1 dan lebih tinggi.

Contoh Trading dengan menggunakan Leverage di Pasar Forex

Dalam contoh pertama , kita akan menggunakan leverage 100:1.

Dalam hal ini, untuk trading dengan standar lot sebanyak $ 100K Anda akan perlu memiliki margin sebesar $ 1K dalam account Anda. Jika, misalnya, Anda membuat trading dengan volume 1 lot standar di  USD / CAD dengan harga 1,0310 dan harga bergerak naik 1% (103 pips) ke 1,0413, Anda akan melihat peningkatan 100% dalam account Anda. Sebaliknya, penurunan 1% dengan banyak 100K akan menyebabkan kerugian sebesar 100% dalam account Anda.

Selanjutnya, mari kita asumsikan Anda trading dengan leverage 50:1 dan dengan volme 1 standar lot $ 100K. Hal ini akan mengharuskan Anda untuk memiliki margin $ 2K (2% dari 100K).

Dalam hal ini, jika Anda membeli 1 lot standar USD / CAD di 1,0310 dan harga bergerak naik 1% menjadi 1,0413, Anda akan melihat peningkatan 50% dalam account Anda, sementara penurunan 1%  juga akan menyebabkan kerugian yang sama sebesar 50% dalam account Anda.

Dipertimbangkan disini bahwa pergerakan sebesar 1% yang tidak biasa dan bahkan bisa terjadi dalam hitungan menit, terutama setelah perilisan berita ekonomi yang penting. Hal ini bisa saja terjadi dalam satu atau dua trading yang gagal dengan menggunakan leverage seperti yang digambarkan dalam contoh di atas sehingga account anda terancam tutup. Sementara itu, kemungkinan untuk kenaikan sebesar 50% atau 100% dalam account Anda dalam satu kali trading adalah hal yang sangat menarik, namun peluang sukses dari waktu ke waktu menggunakan tingkat leverage ini sangat tipis. Trader profesional yang sukses seringkali mengalami beberapa serangkaian kekalahan trading tetapi masih mampu melanjutkan trading karena mereka memiliki modal yang cukup banyak dan tidak overleveraged.

Mari kita sekarang mengasumsikan leverage yang lebih rendah dari 1:5. Untuk trading dengan standar $ 100K lot di leverage ini akan membutuhkan margin sebesar $ 20K. Pergerakan 1% yang merugikan di pasar di dalam hal ini akan menyebabkan kerugian 5% yang jauh lebih mudah untuk dikelola.

Untungnya, mikro lot memungkinkan para trader untuk menggunakan tingkat leverage yang lebih rendah seperti 1:5 dengan account yang lebih kecil. Mikro lot setara dengan kontrak untuk 1.000 unit mata uang dasar. Micro lot meningkatkan fleksibilitas dan menciptakan kesempatan yang baik bagi para trader pemula, atau trader  dengan saldo rekening kecil, untuk trading dengan leverage yang lebih rendah.

Margin Calls
Ketika anda memulai trading, broker Anda akan melacak Nilai Aktiva Bersih account Anda (NAV). Jika pasar bergerak melawan Anda dan nilai account Anda jatuh di bawah margin minimum, Anda mungkin akan mengalami margin call. Jika terjadi seperti itu, Anda bisa  menambahkan dana ke akun Anda, atau posisi Anda mungkin akan ditutup secara otomatis oleh broker untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Penggunaan Leverage dan Pengelolaan Uang
Penggunaan leverage yang ekstrim pada dasarnya bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional pada pengelolaan uang dalam trading.

Di antara prinsip-prinsip yang diterima secara luas pada pengelolaan uang adalah untuk menjaga tingkat leverage tetap rendah, menggunakan stop loss dan tidak pernah mengambil resiko lebih dari 1-2% dari account Anda pada salah satu trading. (tr.dn)

Referensi oleh Valas Online