Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Mengenal Bank Sentral Utama

Salah satu faktor pasti yang dapat menggerakkan pasar mata uang adalah tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga memberikan investor internasional alasan untuk mengalihkan uang dari satu negara ke negara lain untuk mencari hasil yang tertinggi dan teraman. Selama bertahun-tahun, spread laju pertumbuhan bunga antar negara telah menjadi fokus utama investor profesional, tapi apa yang sebagian besar trader individu tidak tahu adalah bahwa nilai absolut dari suku bunga tidaklah penting – apa yang sebenarnya penting adalah hingga tingkat berapa suku bunga akan bergerak di masa depan.

Mengakrabkan diri dengan apa yang membuat bank sentral memberikan gambaran untuk memprediksi langkah berikutnya, serta arah pasangan mata uang tertentu di masa depan. Dalam artikel ini, kita melihat struktur dan fokus utama dari masing-masing bank sentral utama, dan memberikan gambaran pemain utama di bank-bank tersebut. Kami juga menjelaskan bagaimana untuk menggabungkan kebijakan moneter relatif dari masing-masing bank sentral untuk memprediksi spread tingkat suku bunga antara pasangan mata uang.

Contoh
Misalnya kinerja pasangan mata uang NZD/JPY antara 2002 dan 2005. Selama waktu itu, bank sentral Selandia Baru meningkatkan suku bunga dari 4,75% menjadi 7,25%. Jepang, di sisi lain, mempertahankan suku bunga pada 0%, yang berarti bahwa spread tingkat suku bunga antara dolar Selandia Baru dan yen Jepang melebar 250 basis poin penuh. Hal ini memberikan kontribusi terhadap reli NZD/JPY sebanyak 58% selama periode yang sama.

Di sisi lain, kita melihat bahwa sepanjang tahun 2005, pound Inggris turun lebih dari 8% terhadap dolar AS. Meskipun Inggris memiliki tingkat suku bunga lebih tinggi dari Amerika Serikat sepanjang 12 bulan tersebut, pound menurun karena spread suku bunga menyempit dari 250 basis poin yang mendukung pound untuk premi dari hanya 25 poin dasar. Hal ini menegaskan bahwa itu adalah arah suku bunga nantinya yang paling penting, bukan negara mana yang memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Delapan Bank Sentral Utama

U.S. Federal Reserve System (The Fed)
Struktur – Federal Reserve mungkin adalah bank sentral yang paling berpengaruh di dunia. Dengan dolar AS berada sekitar 90% dari semua transaksi mata uang, pergerakan Fed memiliki efek besar terhadap nilai dari banyak mata uang. Kelompok dalam Fed yang menentukan tingkat suku bunga adalah Federal Open Market Committee (FOMC), yang terdiri dari tujuh gubernur dari Federal Reserve Board ditambah lima presiden dari 12 distrik reserve banks.

Mandat – stabilitas harga jangka panjang dan pertumbuhan yang berkelanjutan

Frekuensi Pertemuan – Delapan kali dalam setahun

European Central Bank (ECB) – Bank Sentral Eropa
Struktur – Bank Sentral Eropa didirikan pada tahun 1999. Dewan pemerintahan ECB adalah kelompok yang memutuskan perubahan kebijakan moneter. Dewan ini terdiri dari enam anggota dewan eksekutif ECB, ditambah dengan gubernur dari bank sentral nasional dari 12 negara kawasan euro. Sebagai bank sentral, ECB tidak menyukai kejutan. Oleh karena itu, setiap kali berencana untuk mengubah tingkat suku bunga, biasanya akan memberikan pasar pemberitahuan dengan peringatan mengenai langkah yang akan datang melalui komentar kepada pers.

Mandat – Stabilitas harga dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, tidak seperti Fed, ECB berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan tahunan pada harga konsumen dibawah 2%. Karena ekonominya yang bergantung pada ekspor, ECB juga memiliki kepentingan untuk mencegah menguatnya mata uang secara berlebihan karena ini menimbulkan risiko ke pasar ekspor.

Frekuensi Pertemuan – Mingguan, tetapi keputusan moneter dibuat pada pertemuan yang melibatkan konferensi pers, dan itu terjadi 11 kali dalam setahun.

Bank of England (BoE) – Bank Inggris
Struktur – Komite kebijakan moneter Bank of England adalah komite yang beranggotakan sembilan member yang terdiri dari gubernur, dua deputi gubernur, dua direktur eksekutif dan empat ahli dari luar. BoE, di bawah kepemimpinan Mervyn King, sering disebut-sebut sebagai salah satu bank sentral yang paling efektif.

Mandat – Untuk menjaga stabilitas moneter dan keuangan. Kebijakan moneter BoE adalah untuk menjaga harga stabil dan mempertahankan kepercayaan mata uang. Untuk mencapai hal ini, bank sentral memiliki target inflasi sebesar 2%. Jika harga melebihi target tersebut, bank sentral akan berusaha untuk mengurangi inflasi, sedangkan tingkat yang jauh di bawah 2% akan membuat bank sentral untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan inflasi.

Frekuensi Pertemuan – Bulanan

Bank of Japan (BoJ) – Bank Jepang
Struktur – Komite kebijakan moneter Bank Jepang terdiri dari gubernur BoJ, dua deputi gubernur, dan enam anggota lainnya. Karena Jepang sangat bergantung pada ekspor, BoJ memiliki perhatian yang lebih aktif daripada ECB untuk mencegah mata uang terlalu kuat. Bank sentral telah dikenal untuk datang ke pasar terbuka untuk melemahkan mata uangnya dengan menjualnya terhadap dollar AS dan euro. BoJ juga sangat vokal ketika volatilitas mata uang dan kekuatannya berlebihan.

Mandat – Untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin stabilitas sistem keuangan, yang membuat inflasi menjadi fokus utama bank sentral.

Frekuensi Pertemuan – Sekali atau dua kali sebulan

Swiss National Bank (SNB) – Bank Nasional Swiss
Struktur – Swiss National Bank memiliki komite tiga orang yang membuat keputusan pada tingkat suku bunga. Tidak seperti kebanyakan bank sentral lainnya, SNB menentukan band suku bunga daripada tingkat target tertentu. Seperti Jepang dan zona euro, Swiss juga sangat bergantung pada ekspor, yang berarti bahwa SNB juga tidak ingin mata uangnya menjadi terlalu kuat. Oleh karena itu, kebijakan umum adalah untuk menjadi lebih konservatif dengan kenaikan suku bunga.

Mandat – Untuk memastikan stabilitas harga saat situasi ekonomi menjadi yang utama

Frekuensi Pertemuan – Triwulan

Bank of Canada (BoC) – Bank Kanada
Struktur – Keputusan kebijakan moneter di Bank of Canada ditentukan dengan voting konsesus oleh Dewan Pemerintahan, yang terdiri dari gubernur Bank of Canada, deputi gubernur senior dan empat deputi gubernur.

Mandat – Menjaga integritas dan nilai mata uang. Bank sentral memiliki target inflasi sebesar 1-3%, dan telah melakukan pekerjaan yang baik untuk menjaga inflasi pada kisaran tersebut sejak tahun 1998.

Frekuensi Pertemuan – Delapan kali dalam setahun

Reserve Bank of Australia (RBA)
Struktur – Komite kebijakan moneter Reserve Bank of Australia terdiri dari gubernur bank sentral, deputi gubernur, sekretaris bendahara dan enam anggota independen yang ditunjuk oleh pemerintah.

Mandat – Untuk memastikan stabilitas mata uang, menjaga tingkat pengangguran, dan kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan rakyat Australia. Bank sentral memiliki target inflasi sebesar 2-3% per tahun.

Frekuensi Pertemuan – Sebelas kali dalam setahun, biasanya pada hari Selasa pertama setiap bulan (dengan pengecualian Januari)

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)
Struktur – Tidak seperti bank sentral lainnya, pembuatan keputusan kebijakan moneter pada akhirnya terletak pada gubernur bank sentral.

Mandat – Untuk menjaga stabilitas harga dan menghindari ketidakstabilan produksi, suku bunga dan nilai tukar. RBNZ memiliki target inflasi sebesar 1,5%. Berfokus pada target tersebut, karena kegagalan untuk memenuhi kebutuhan itu bisa mengakibatkan pemberhentian gubernur RBNZ tersebut.

Frekuensi Pertemuan – Delapan kali dalam setahun

Menggabungkannya Menjadi Satu
Sekarang Anda mengetahui lebih banyak tentang permainan struktur dan kekuatan di balik masing-masing bank sentral utama, Anda bisa membuat prediksi tentang pergerakan bank-bank sentral. Bagi bank sentral, target inflasi merupakan kunci. Jika inflasi, yang umumnya diukur oleh Indeks Harga Konsumen – Consumer Price Index, di atas target bank sentral, maka Anda tahu bahwa hal tersebut akan menjadi bias terhadap kebijakan moneter. Dengan cara yang sama, jika inflasi jauh di bawah target, bank sentral akan mencari cara untuk melonggarkan kebijakan moneter. Menggabungkan kebijakan moneter dari dua bank sentral adalah cara yang solid untuk memprediksi kemana pasangan mata uang akan bergerak. Jika salah satu bank sentral menaikkan suku bunga sementara yang lain menetapkan status quo, pasangan mata uang ini diperkirakan akan bergerak menuju spread tingkat suku bunga (pembatasan untuk keadaan yang tak terduga).

Sebagai contoh, EUR/GBP pada tahun 2006. Dengan harga konsumen di atas target Bank Sentral Eropa 2%, ECB jelas ingin menaikkan suku untuk beberapa kali. Di sisi lain, Bank of England, mengalami sedikit inflasi dan baru saja mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Bahkan, sepanjang tiga bulan pertama tahun 2006, BoE lebih ke arah untuk menurunkan suku bunga. Hal ini menyebabkan reli 200-pip pada EUR/GBP, cukup besar untuk pasangan mata uang yang jarang mengalami pergerakan.

 

Mata Uang ETF Sederhanakan Perdagangan Forex

Investasi di pasar apapun dapat stabil. Meminimalkan risiko sementara tetap mempertahankan potensi upside adalah sangat penting bagi kebanyakan investor – itulah sebabnya mengapa semakin banyak pedagang dan investor mendiversifikasi dan hedging dengan mata uang. Mata uang yang berbeda mendapat keuntungan dari beberapa hal yang sama yang bisa merusak  indeks saham, obligasi atau komoditas dan dapat menjadi cara yang bagus untuk diversifikasi portofolio. Namun, menggali ke dalam mata uang sebagai trader atau investor dapat menjadi sesuatu yang membingungkan.

Mata uang baru exchange-traded funds (ETF) membuat hal ini menjadi lebih mudah untuk memahami pasar forex (pasar terbesar ,paling likuid di planet ini), dan menggunakannya untuk diversifikasi risiko.

Sekarang, Anda dapat memiliki General Electric (NYSE: GE) dan pound Inggris dalam portofolio Anda dengan memiliki CurrencyShares British Pound ETF (PSE: FXB) dalam akun yang sama. Memiliki IRA? Beri  beberapa euro di sana dengan memiliki CurrencyShares Euro ETF (PSE: FXE), dan mengimbangi beberapa risiko downside dari S & P 500 Anda. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara unik menggunakan mata uang untuk diversifikasi kepemilikan Anda.

Hedging terhadap Risiko

Setiap investor dihadapkan pada dua jenis risiko: risiko idiosyncratic dan risiko sistemik. Risiko idiosyncratic adalah risiko bahwa harga saham perseorangan akan jatuh, menyebabkan Anda untuk mengakumulasi kerugian besar pada saham tersebut. Menghilangkan risiko semacam ini keluar dari portofolio Anda cukup sederhana. Yang harus Anda lakukan adalah hanya dengan mendiversifikasi akun Anda di berbagai saham atau saham berbasis ETF, sehingga mengurangi ekspos terhadap saham tertentu.

Namun, diversifikasi di berbagai saham hanya efektif untuk risiko idiosyncratic. Anda masih harus menghadapi risiko sistemik dari akun Anda.

Risiko sistemik adalah kerugian ketika  pasar saham sedang jatuh, menyebabkan Anda untuk mengakumulasi kerugian di seluruh portofolio Anda  yang telah terdiversifikasi. Meminimalkan resiko ini dari portofolio Anda ke pasar yang sedang bearsih biasanya akan menjadi sulit. Anda harus membuka account saham atau account  forex dan mencoba untuk mengelola keduanya pada waktu yang sama. Sementara itu, membuka account forex dan melakukan trade bisa sangat menguntungkan jika Anda menerapkannya sendiri, banyak investor tidak siap untuk mengambil langkah itu. Sebaliknya, mereka memutuskan untuk meninggalkan semua modal mereka di pasar saham dan berharap ada kenaikan. Jangan biarkan hal itu menjadi Anda.

Matauang  ETFs membuka pintu bagi investor untuk melakukan diversifikasi. Sekarang Anda dapat dengan mudah mengurangi risiko sistematis dalam akun Anda dan mengambil keuntungan dari tren makroekonomi yang besar di seluruh dunia dengan menempatkan uang Anda tidak hanya ke pasar saham tetapi juga di pasar forex melalui dana tersebut.

Bagaimana Matauang ETF Bekerja

Perusahaan manajemen ETF membeli dan memiliki mata uang di dana. Mereka kemudian menjual saham dana itu kepada publik. Anda dapat membeli dan menjual saham ETF seperti Anda membeli dan menjual saham. Investor menghargai saham ETF 100 kali nilai tukar saat ini untuk mata uang yang dimiliki. Sebagai contoh, mari kita asumsikan bahwa CurrencyShares Euro Trust (PSE: FXE) saat ini harga $ 136,80 per saham karena nilai tukar yang mendasari untuk euro versus dolar AS (EUR / USD) adalah 1,3680 (1,3680 × 100 = $ 136,80).

Anda dapat menggunakan ETF untuk mendapatkan keuntungan dari nilai tukar dolar terhadap euro, poundsterling Inggris, dolar Kanada, yen Jepang, franc Swiss, dolar Australia dan beberapa mata uang utama lainnya.

Apa yang membuat mata uang bergerak?

Berbeda dengan pasar saham, yang memiliki kecenderungan jangka panjang untuk naik, mata uang akan sering bergerak naik turun dalam jangka yang sangat panjang. Saham  didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan bisnis dan cenderung trend. Sebaliknya, inflasi dan isu-isu seputar kebijakan moneter dapat mencegah mata uang dari pertumbuhan nilainya tanpa batas.

Pasangan mata uang mungkin bisa  tren juga, dan ada faktor-faktor sederhana yang mempengaruhi nilai dan gerakan mereka. Faktor-faktor ini termasuk suku bunga, hasil pasar saham, pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Sebagian besar dapat diperkirakan dan digunakan untuk memandu para trader karena mereka melakukan hedge risk di seluruh pasar dan membuat keuntungan di forex.

Faktor Ekonomi  dan Tren Mata Uang

Minyak dan Dolar Kanada

Masing-masing mata uang mewakili ekonomi perseorangan. Jika ekonomi adalah produsen dan eksportir komoditas, harga komoditas akan mendorong nilai mata uang. Ada tiga mata uang utama yang dikenal sebagai mata uang “komoditas” yang menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan minyak, emas dan bahan baku lainnya. Dolar Kanada (CAD) adalah salah satunya.

Satu ETF yang dapat diperdagangkan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan dalam pasangan CAD / USD adalah CurrencyShares Kanada (PSE: FXC). Karena dolar Kanada di sisi dasar dari pasangan mata uang ini, maka akan menarik ETF ketika harga minyak meningkat dan akan jatuh bila harga minyak menurun. Tentu saja, ada faktor-faktor lain yang berperan dalam nilai mata uang tetapi harga energi berpengaruh besar, dan dapat mengejutkan prediksi tren.

Hal ini sangat berguna untuk pedagang saham karena efek bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat memiliki nilai saham. Selain itu, ia menyediakan cara lain bagi para pedagang saham untuk berspekulasi pada harga komoditas tanpa harus menjelajah ke pasar berjangka.

Pada gambar  1 dan 2, Anda dapat melihat harga dolar Kanada  selama 18 bulan dibandingkan dengan harga minyak pada periode yang sama.

 

Gambar 1: Minyak mentah (continuous)
Sumber: MetaStock Pro FX

 

 
Gambar 2: Dollar Kanada
Sumber: MetaStock Pro FX

Seperti yang Anda lihat, ada korelasi positif yang kuat antara kedua pasar. Hal ini bermanfaat sebagai  karena sebuah hedge terhadap volatilitas saham serta hari-hari yang nyata menjadikan harga energi yang lebih tinggi.

Trader jangka pendek dapat mencari breakout di harga minyak yang tidak tercermin dalam nilai dolar Kanada segera. Ketika terjadi ketidakseimbangan ini, ada kesempatan untuk mengambil keuntungan dari pergerakan pasar akan membuat seperti “catch up” dengan minyak.

Trader jangka panjang dapat menggunakan ini sebagai cara untuk mendiversifikasi kepemilikan mereka dan berspekulasi pada peningkatan harga energi . Hal ini juga memungkinkan untuk menjual ETF untuk mengambil keuntungan dari penurunan harga minyak.

Suku Bunga dan Franc Swiss

Ada beberapa hubungan forex yang dipengaruhi oleh suku bunga, tetapi korelasi yang dramatis ada antara hasil obligasi dan franc Swiss. Satu ETF yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari franc Swiss, atau “Swissie,” adalah CurrencyShares Swiss Franc Trust (PSE: FXF). Pasangan mata uang dinotasikan sebagai CHF / USD. Ketika Swissie meningkat dalam nilai, ETF juga naik, karena biayanya  melebihi  dolar AS untuk membeli franc Swiss.

Korelasi yang dijelaskan di sini melibatkan hasil obligasi selama 10-tahun. Anda akan melihat di gambar 3 dan 4 bahwa ketika imbal hasil obligasi meningkat, Swissie jatuh, dan sebaliknya. Tergantung pada tingkat suku bunga, nilai dari Swissie sering akan naik dan turun dengan imbal hasil obligasi.

 

 
Gambar 3: 10-Year Bond Yields (TNX)
Sumber: MetaStock Pro FX

 

 
Gambar 4: Swiss franc
Sumber: MetaStock Pro FX

Hubungan ini berguna bukan hanya sebagai cara untuk mencari peluang perdagangan baru, tetapi sebagai hedge terhadap harga saham yang turun. Pasar saham memiliki korelasi positif dengan imbal hasil obligasi, sehingga, jika hasil obligasi jatuh, pasar saham pasti jatuh juga. Seorang investor cerdas yang mempertahankan penjualan ETF Swissienya dapat mengimbangi beberapa kerugian tersebut.

Posisi Mata Uang Yang Bisa Anda Ambil Sekarang

Data Bank for International Settlements (BIS) menunjukkan bahwa pasar valuta asing global mendapat keuntungan lebih dari $ 4 triliun dengan volume perdagangan harian rata-rata, sehingga membuatnya menjadi pasar keuangan terbesar dunia.

Pasar forex mengajak pedagang dari semua kalangan mulai dari pemula hingga profesional. Dengan mempertimbangkan jam-jam krusial sesi perdagangan, leverage dan dana yang kecil, maka akses untuk masuk dalam bidang forex akan mejadi relatif lebih mudah. Kondisi ekonomi saat ini dan volatilitas di pasar secara keseluruhan, bagaimanapun, dapat mengancam para trader forex. Untungnya, pedagang memiliki berbagai pilihan, termasuk dengan bermain lebih konservatif ketika berinvestasi di mata uang.

 

Sertifikat Deposito Mata Uang Asing

Tingkat suku bunga di AS yang sangat rendah sekarang menyebabkan adanya kesulitan untuk membuat sertifikat deposito.  Mereka menawarkan tempat yang aman untuk dana investor meskipun mungkin tidak dalam jumlah yang banyak, tapi mereka tidak akan kehilangan uang apapun. Pilihan lain dari sertifikat deposito yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi adalah dengan adanya sertifikat deposito mata uang asing.

EverBank menawarkan sertifikat deposit dengan mata uang dunia yang menghasilkan tingkat suku bunga berdasarkan tingkat lokal suatu negara tertentu atau kumpulan sertifikat deposit yang menawarkan berbagai macam mata uang. Mata uang asing yang memiliki sertifikat deposit ini terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar, tetapi umumnya menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan sertifikat deposit untuk mata uang dolar. Investor bisa kehilangan uang jika dolar menguat terhadap mata uang asing.

Hanya bank yang diasuransikan oleh FDIC yang bisa digunakan, bahkan, banyak situs yang melakukan penipuan dengan cara menawarkan sertifikat deposit mata uang asing dengan harga yang fantastis.  Asuransi FDIC melindungi kebangkrutan bank, tetapi tidak melindungi dari adanya fluktuasi harga mata uang sehingga uang dapat hilang dalam jenis seritifikat deposit ini.

 

Pertukaran Mata Uang yang Diperdagangkan

Dana penukaran mata uang yang diperdagangkan atau yang sering disebut sebagai ETF (Exchange Traded Funds), merupakan dana investasi yang diperdagangkan di bursa efek. Investor memiliki berbagai ETF untuk memilih  dan melacak Indeks pasar utama, target emas atau melacak kumpulan mata uang asing. ETFs menyediakan mata uang utama kepada investor dan memberikan akses untuk  untuk beberapa mata uang asing.

Pada tahun 2005, SGI meluncurkan Rydex CurrencyShares Euro Trust (NYSE: FXE), penukaran mata uang pertama yang diperdagangkan. Sejak itu, telah ada pertumbuhan yang signifikan di seluruh pasar mata uang ETF, dengan dana aset hingga lebih dari $ 6 miliar. Hingga saat ini telah ada kurang lebih 40 jenis mata uang yang tersedia.

Yang terbesar dari mata uang ETF adalah PowerShares DB US Dollar Index Bullish (NYSE: UUP) dengan $ 1,05 miliar dalam keuntungan bersih. Keuntungan dalam perdagangan ETF adalah bahwa mereka bisa menghemat, sehingga investor benar-benar bisa menghemat dana bullish jika mereka merasa bahwa harga dollar sedang menurun. Dana investasi USDX dengan kontrak jangka panjang (untuk meniru kinerja jangka panjang dolar AS terhadap euro, yen Jepang, poundsterling Inggris, dolar Kanada, krona Swedia dan Swiss franc).

 

Emerging Markets

Permintaan untuk mata uang AS telah berkurang di seluruh dunia karena negara berkembang seperti China mulai mata uang domestik ketimbang dolar untuk transaksi lintas negara. Karena permintaan luar negeri menurun, pasokan dolar telah berkembang seiring dengan hasil dari putaran kedua Federal Reserve Board untuk upaya pelonggaran kuantitatif hingga total sebesar $ 900. Perubahan sesi investasi menyebabkan beberapa investor valuta asing mencari pasar baru untuk peluang trading.

Investor dan pedagang bisa memainkan pasar negara berkembang dalam berbagai cara, termasuk dana emerging market exchange traded atau langsung dalam mata uang ekonomi yang sedang muncul, seperti Dolar Hong Kong, Dolar Singapura, Rand Afrika Selatan dan Real Brasil.

WidsomTree Dreyfus Muncul Currency Fund (NYSE: CEW), misalnya, memiliki lebih dari $599.000.000 keuntungan dana dan merupakan dana yang dikelola secara aktif yang berinvestasi dalam delapan sampai 12 mata uang emerging market saat ini termasuk yang berasal dari Amerika Latin (Real Brasil, Peso Chili dan Peso Meksiko), Eropa, Timur Tengah dan Afrika (Zloty Polandia, Rubel Rusia, Rand Afrika Selatan dan Lira Turki) dan Asia (Yuan Cina, Rupee India, Rupiah Indonesia, Ringgit Malaysia dan Won Korea Selatan).

 

Mata Uang Berjangka

Mata uang berjangka adalah kontrak berjangka di mana komoditas yang mendasarinya adalah nilai tukar mata uang. Kontrak ini menawarkan kemampuan investor untuk memasuki pasar valuta asing dalam suatu lingkungan yang mirip dengan kontrak berjangka lainnya. Mata uang berjangka, juga disebut forex futures atau valuta asing berjangka, yang diperdagangkan di kontrak bursa berjangka untuk membeli atau menjual sejumlah tertentu dari suatu mata uang dan harga tertentu dan pada tanggal yang akan datang. Seperti produk berjangka lainnya, mata uang berjangka diperdagangkan dalam bentuk kontrak per-bulan dengan tanggal jatuh tempo jatuh pada bulan Maret (H), Juni (M), September (U) dan Desember (Z).

 

Kontrak mata uang berjangka yang populer meliputi:

– AUD / USD Futures (dolar Australia / dolar AS)

– CAD / USD Futures (Canadian dollar / dolar AS)

– EUR / USD Futures (Euro / dolar AS)

– GBP / USD Futures (British pound / dolar AS)

– CHF / USD Futures (Swiss franc / dolar AS)

– EUR / GBP Futures (Euro / British pound)

– EUR / CHF Futures (Euro / franc Swiss)

– EUR / JPY Futures (Euro / yen Jepang)

– JPY / USD Futures (yen Jepang / dolar AS)

– NZD / USD Futures (dolar Selandia Baru / dolar AS)

 

Keuntungan dalam perdagangan pasar mata uang berjangka adalah bahwa mereka diatur dengan cara yang sama seperti pasar berjangka lainnya. Mereka memiliki pengawasan lebih banyak daripada pasar forex spot yang sebagian besar tidak diatur. Broker mata uang berjangka harus mengikuti peraturan yang ditegakkan oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan National Futures Association (NFA). (pr)

Referensi oleh Valas Online