Trading Forex Online
Klik Disini untuk Trading Forex Online secara Benar dan Aman

Teknik Trailing-Stop

Dalam semua bentuk investasi jangka panjang dan perdagangan jangka pendek, memutuskan waktu yang tepat untuk close position adalah sama pentingnya dengan menentukan waktu terbaik untuk open position Anda. Membeli (atau menjual, dalam kasus short position) adalah sebuah tindakan yang relatif kurang emosional daripada menjual (atau membeli, dalam kasus short position). Ketika tiba saatnya untuk close position, keuntungan bisa langsung Anda dapatkan, tetapi mungkin Anda tergoda untuk bertahan sedikit lebih lama, atau dalam kasus tak terpikirkan yaitu, kerugian, hati Anda memberitahu Anda untuk bertahan, menunggu sampai kerugian anda berbalik menjadi keuntungan.

Tapi respon emosional tersebut bukanlah cara terbaik yang digunakan untuk membuat keputusan penjualan (atau pembelian) Anda. Hal tersebut tidak masuk akal. Banyak sistem perdagangan yang memiliki teknik sendiri untuk menentukan waktu terbaik untuk keluar dari perdagangan. Tapi ada beberapa teknik umum yang akan membantu Anda mengidentifikasi secara optimal kapan saatnya untuk close, yang menjamin keuntungan diterima sementara menjaga risiko kerugian yang tidak dapat diterima.

Momentum Berbasis Trailing Stop
Teknik yang paling dasar untuk close position yang sesuai adalah teknik trailing-stop. Sangat sederhana, trailing stop mempertahankan stop order-loss dengan persentase tepat di bawah harga pasar (atau di atas, dalam kasus short position). Urutan stop-loss disesuaikan berdasarkan fluktuasi harga pasar, selalu menjaga persentase yang sama di bawah (atau di atas) harga pasar. Trader kemudian “dijamin” untuk mengetahui hasil pasti dari minimum keuntungan bahwa posisinya akan terkumpul. Tingkat profitabilitas trader akan ditentukan sebelumnya berdasarkan perdagangan agresif atau konservatif.

Memutuskan apa yang merupakan keuntungan yang sesuai (atau kerugian yang dapat diterima) barangkali adalah aspek yang paling sulit dalam membangun sistem trailing-stop untuk keputusan trading Anda. Pengaturan trailing-stop persentase Anda dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang relatif samar (yang lebih dekat dengan emosi) daripada ajaran yang tepat.

Pertimbangan jelas, misalnya, bisa mempertahankan bahwa Anda menunggu untuk kriteria teknis atau kriteria fundamental tertentu yang harus dipenuhi sebelum Anda mengatur stops. Misalnya, trader mungkin menunggu breakout tiga sampai empat minggu konsolidasi dan atur stops dibawah konsolidasi terendah setelah open posisi. Teknik ini membutuhkan kesabaran untuk menunggu kuartal pertama bergerak (mungkin 50 bar) sebelum mengatur stops Anda.

Selain memerlukan kesabaran, teknik ini membuat analisa fundamental menjadi gambar dengan memperkenalkan konsep ” being overvalued ” (suatu konsep yang sangat relatif, dari yang saya pernah dengar) ke trailing stop Anda. Ketika saham mulai memperlihatkan P / E yang lebih tinggi dari P / E yang sebelumnya dan di atas satu hingga tiga tahun pertumbuhan yang diproyeksikan, trailing stops harus diperkecil terhadap persentase yang lebih kecil – saham itu menjadi terlalu tinggi dapat menunjukkan kemungkinan penurunan keuntungan tambahan.

Situasi overvalued menjadi lebih mengena lebih jauh ketika suatu saham memasuki “blow-off” periode, dimana ketika penilaian terlalu berlebihan maka dapat menjadi ekstrim (tentunya menentang segala rasionalitas) dan dapat bertahan selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Dengan adanya blow-off, trader agresif dapat terus naik ke keuntungan yang tinggi sementara masih menggunakan trailing stop untuk menahan kerugian. Sayangnya, momentum ini sangat kebal terhadap analisa teknis, dan semakin jauh trader masuk ke dalam sistem “rolling stop”, semakin jauh trader akan dihapus dari sistem disiplin yang ketat yang trader ikuti.

Parabolic Stop dan Reverse (SAR)

Sementara momentum berbasis teknik stop-loss dijelaskan di atas tidak dapat disangkal untuk potensi keuntungan besarnya yang sedang berlangsung, beberapa trader lebih menyukai pendekatan yang lebih disiplin yang cocok untuk pasar yang lebih teratur (pasar pilihan bagi trader konservatif). Parabolic Stop dan Reverse (SAR) teknik yang menyediakan level stop-loss untuk kedua sisi pasar, bergerak secara bertahap setiap hari dengan perubahan harga.

SAR adalah indikator teknis yang diplot pada grafik harga yang terkadang akan bersinggungan dengan harga akibat pembalikan atau kehilangan momentum di keamanan pertanyaan. Ketika hal ini terjadi, perdagangan dianggap berhenti, dan ada kesempatan untuk mengambil sisi lain dari pasar.

Misalnya, jika long position Anda berhenti, yang berarti keamanan dijual maka posisi yang demikian akan tertutup, maka Anda dapat sell short dengan segera menetapkan trailing stop berlawanan (parabolik) ke level di mana Anda berhenti di posisi Anda tersebut di sisi lain dari pasar. Teknik SAR memungkinkan seseorang untuk menangkap kedua sisi pasar sebagai keamanan berfluktuasi naik dan turun dari waktu ke waktu.

The syarat utama pada sistem SAR berkaitan dengan penggunaannya dalam efek yang bergerak tak menentu. Jika keamanan harus berfluktuasi naik dan turun dengan cepat, trailing stop akan selalu dipicu dengan cepat sebelum Anda memiliki kesempatan untuk mencapai keuntungan yang diinginkan. Dengan kata lain, di pasar yang bergerak tak tentu, komisi perdagangan Anda dan biaya lain tidak sebanding dengan keuntungan Anda.

Yang kedua berhubungan dengan ketentuan penggunaan SAR pada sebuah keamanan yang tidak menunjukkan trend yang signifikan. Jika trend terlalu lemah, stop Anda tidak akan pernah tercapai, dan keuntungan Anda tidak akan terkunci. Jadi SAR tidak pantas untuk keamanan yang  tidak trend atau kecenderungan trend yang berfluktuasi maju-mundur terlalu cepat. Jika Anda dapat mengidentifikasi peluang di suatu tempat antara kedua ekstrem, SAR adalah apa yang Anda cari dalam menentukan tingkat trailing stops Anda.

Keputusan

Memutuskan bagaimana menentukan exit point dari posisi Anda tergantung pada seberapa konservatif Anda sebagai trader. Jika Anda cenderung agresif, Anda dapat menentukan tingkat profitabilitas Anda dan menerima kerugian dengan cara pendekatan yang kurang tepat seperti setting trailing stops sesuai dengan kriteria fundamental. Di sisi lain, jika Anda ingin tetap konservatif, SAR dapat memberikan strategi yang lebih tepat dengan memberikan tingkat stop loss bagi kedua sisi pasar. Keandalan baik dari teknik, bagaimanapun, adalah dipengaruhi oleh kondisi pasar, jadi berhati-hatilah dengan kondisi pasar ketika berstrategi.

Jenis-jenis Chart/Grafik

Ada 4 jenis grafik utama yang digunakan oleh investor dan trader tergantung pada informasi yang mereka cari dan tingkat keahlian masing-masing. Jenis-jenis grafik adalah: line chart, bar chart, candle stick dan Point and Figure Charts. Akan tetapi di sini hanya akan dibahas 3 jenis chart yang umum digunakan saja, yaitu Line Chart, Bar Chart, serta Candle Stick Chart. Perhatikan bagaimana data yang digunakan untuk membuat grafik adalah sama, namun cara data diplot dan ditampilkan dalam grafik berbeda.

Line Chart

Dari 4 jenis grafik, yang paling sederhana adalah jenis line chart, karena grafik ini hanya merepresentasikan harga closing selama periode tertentu. Garis dibentuk dengan menghubungkan antar harga closing dalam jangka waktu tertentu. Line chart tidak memberikan informasi visual mengenai kisaran trading, seperti misalnya informasi mengenai harga tertinggi, harga terendah, ataupun opening price. Walaupun begitu, harga penutupan sering dianggap sebagai harga yang paling penting dalam data saham dibandingkan dengan informasi tinggi dan rendah harga dalam satu hari itu, alasan ini menjadi sebab mengapa hanya nilai closing price saja yang ditampilkan dalam line chart.

Bar Chart

Bar chart lebih menampilkan banyak informasi dibandingkan dengan line chart, dengan menambahkan beberapa kunci informasi di setiap poin datanya. Bar chart terdiri dari serangkaian garis vertikal yang mewakili setiap titik data.
Garis garis vertikal ini merepresentasikan tinggi rendahnya periode sebuah trading, bersamaan dengan closing pricenya. Harga closing dan harga open direpresentasikan dalam bar chart yaitu dengan sedikit garis horisontal yang terlihat melintang di antara garis vertikalnya. Opening price pada bar chart diilustrasikan dengan garis horisontal kecil yang melintang di sebelah kiri dari garis vertikalnya. Sedangkan closing price, kebalikannya dari opening price, garis kecil tersebut melintang di sebelah kanan dari garis vertikalnya. Biasanya, jika garis sebelah kiri (opening price) lebih rendah letaknya dari garis sebelah kanannya (closing price), maka bar akan berwarna hitam, merepresentasikan periode kenaikan suatu saham/stock, dimana hal ini berarti saham tersebut telah mencapai nilainya. Jika bar berwarna merah ini berarti merepresentasikan bahwa harga/nilai stock telah bergerak turun dalam jangka waktu tersebut. Ketika hal ini terjadi biasanya garis sebelah kanan (closing price) lebih rendah dari garis yang disebelah kiri (opening price).

Candlestick Charts

Candle stick chart hampir sama dengan bar chart, akan tetapi sedikit perbedaan dalam bentukan kedua bar ini secara visual. Hampir sama dengan bar chart, candle stick juga memiliki garis vertikal tipis yang menunjukan range periode trading. Perbedaan terdapat pada formasi keluasan bar-nya di garis vertikalnya, candle stick memiliki garis-garis vertikal yang lebih gemuk dan sama dengan line chart, garis-garis vertikal ini juga memiliki warna yang juga merepresentasikan apa saja yang sudah terjadi dengan harga pada jangka periode trading tersebut.

Problem umum yang ditemui pada candle stick adalah, perbedaan warna yang digunakan, tergantung dari site yang memberikan software MT4 Anda. Untuk periode dimana pada saat itu harga naik dan close pada di atas opening trade, maka candle stick, tidak berisi/clear/ atau bisa juga berwarna putih. Sedangkan ketika harga pada periode waktu tersebut turun, biasanya candle stick akan berwarna merah atau hitam, tergantung site yang dimana Anda mendownload/ mendapatkan MT4. Jika  harga close dan berada diatas harga pada hari sebelumnya  akan tetapi berada dibawah harga open pada hari ini, maka candle stick akan berwarna hitam atau merah.

Kesimpulan

Chart adalah satu dari sekian banyak aspek yang sangat fundamental dalam tekhnikal analisis. Sehingga menjadi hal yang sangat penting untuk Anda benar-benar mengerti dengan apa yang sedang direpresentasikan oleh sebuah grafik/chart beserta informasi yang dibawa oleh grafik tersebut.



Tekhnikal Analisis VS Fundamental Analisis

Analisa teknikal dan analisa fundamental adalah dua pendekatan utama di pasar keuangan. Analisa teknikal melihat pergerakan harga sekuritas dan menggunakan data ini untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Analisa fundamental, di sisi lain, melihat faktor ekonomi, yang dikenal sebagai fundamental.

Perbedaan:
1. Grafik vs Laporan Keuangan

Pada tingkat pengertian yang paling dasar, seseorang yang menggunakan analisa tekhnikal memulai analisanya dengan menggunakan pendekatan chart, sementara itu seseorang yang menggunakan analisa fundamental  memulai pendekatan analisanya dengan mengikuti berita keuangan (financial statement)
Dengan melihat neraca, berita mengenai  arus kas dan laporan laba rugi, seorang analis fundamental mencoba untuk menentukan nilai perusahaan. Dalam hal keuangan, analis berusaha untuk mengukur nilai intrinsik perusahaan. Contoh yang bisa dipakai untuk pendekatan ini, misalnya untuk membuat  keputusan investasi – jika harga perdagangan saham di bawah nilai intrinsiknya,maka hal ini berarti adalah investasi yang baik.
Seorang tekhnikal trader, di sisi lain, percaya bahwa tidak ada alasan untuk menganalisa fundamental perusahaan karena semua dihitung dalam harga saham. Seorang tekhnikal analisi percaya bahwa semua informasi yang mereka butuhkan tentang saham dapat ditemukan hanya dalam grafik tersebut.

2. Kerangka Waktu

Analisa fundamental mengambil pendekatan yang relatif cukup panjang dalam menganalisis pasar dibandingkan dengan analisa teknis. Sedangkan analisa teknikal dapat digunakan pada jangka waktu beberapa minggu, hari atau bahkan menit, sementara analisa fundamental sering melihat data dalam beberapa tahun.

Perbedaan kerangka waktu yang digunakan dalam dua pendekatan ini dihasilkan dari kebiasaan style yang para trader gunakan, dan kemudian terakumulasi hingga pada akhirnya dikelompokan mejadi 2 kelompok jenis analisa, tekhnikal analisis dan fundamental analisis. Seperti misalnya pada fundamental analisis, memerlukan waktu yang cukup lama untuk melihat sebuah nilai perusahaan terproyeksi  pada pasar, sehingga ketika seorang fundamental analisis memperkirakan nilai instrinsik, maka tidak akan didapatkan perkiraan nilainya hingga harga saham di pasaran mencapai nilai tepatnya.

Selain itu, angka-angka yang dihasilkan dari analisis fundamental hanya dirilis dalam jangka waktu yang lama. Laporan keuangan diajukan per triwulan dan perubahan dalam laba per saham tidak muncul setiap hari seperti harga dan informasi volume.  Alasan mengapa seorang analis fundamental memerlukan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan analisanya adalah dikarenakan data yang mereka gunakan untuk menganalisa stock, dihasilkan jauh lebih lambat dari data harga maupun volume yang digunakan oleh tekhnikal analisis.

Trading vs Investasi

Tidak hanya analisa tekhnikal memerlukan waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan analisa fundamental, perbedaan juga terdapat pada goal atau tujuan dari sebuah pembelian (ataupun penjualan) dari sebuah saham/stock yang biasanya berbeda untuk setiap pendekatan ini.
Secara umum, analisa teknikal digunakan untuk perdagangan, sedangkan analisa fundamental digunakan untuk melakukan investasi. Investor membeli sebuah aset yang mereka percaya kalau nilainya akan naik,  sedangkan seorang trader jika membeli sebuah aset yang mereka percaya bahwa mereka dapat menjual kepada orang lain dengan harga yang lebih besar. Garis perbedaan antara perdagangan dan investasi memang sedikit blur atau tidak begitu tegas terbedakan, tapi jelas merupakan sebuah perbedaan yang mendasar untuk kedua hal tersebut.

Kritik untuk Kedua Tekhnik

Beberapa kritikus melihat analisa tekhnikal sebagai bentuk ilmu hitam. Jangan heran melihat mereka mempertanyakan keabsahan disiplin ilmu atau landasan ilmu sebagai poin di mana mereka mengejek pendukungnya. Akan tetapi pada kenyataannya, analisa teknikal baru-baru ini mulai menikmati kredibilitas mainstream. Sementara sebagian besar analis Wall Street fokus pada sisi fundamental, di sisi lain hampir semua broker major  saat ini mempekerjakan tekhnikal analisis  juga.

Banyak kritik terhadap tekhnikal analisis berakar pada teori akademis – khususnya hipotesis pasar efisien (EMH). Teori ini mengatakan bahwa harga pasar selalu yang benar – informasi perdagangan yang lalu sudah tercermin dalam harga saham dan, oleh karena itu, setiap analisis yang bertujuan untuk menemukan nilai sekuritis dianggap useless atau tidak berguna.

Selain itu kelemahan lainnya untuk analisa tekhnikal adalah memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi dan juga sangat bergantung pada kemampuan membaca chart pada seorang trader. Padahal setiap trader memiliki metode yang berlainan dan masing-masing yang belum tentu cocok diterapkan satu sama lain.

Sementara itu kelemahan pada analisa fundamental ialah butuh waktu untuk memperoleh informasi, seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang, lebih cocok diterapkan pada long
term period trading, dan sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.

Bisakah Kedua tekhnik ini Digunakan Bersamaan?

Walaupun perbedaan antara kedua pendekatan analisa ini bagaikan air dan minyak, banyak trader membuktikan mereka dapat meraih kesuksesan yang cukup memuaskan dengan mengkombinasikan kedua tekhnik ini dalam trading mereka.

Sebagai contoh, beberapa analis fundamental juga menggunakan tekhnikal analisa untuk mengetahui waktu terbaik untuk open posisi.

Atau alternatif lainnya, beberapa tekhnikal trader akan mempertimbangkan fundamental juga untuk menambah keakuratan dari signal tekhnikal mereka. Contohnya, misal signal yang dihasilkan dari tekhnikal analisa mengatakan jual, di sisi lain trader juga mempertimbangkan berita-berita penting/ berita kunci yang keluar pada hari itu, yang mungkin saja mebolak balikkan hasil signal dari analisa tekhnikal.

Menggunakan kedua pendekatan di atas bermanfaat untuk Anda dalam memperkuat signal dan membantu menguatkan keputusan Anda  serta membantu Anda untuk membuat skenario trading terbaik.

Referensi oleh Valas Online